<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433</id><updated>2011-10-12T14:49:38.681-07:00</updated><category term='My Choices'/><category term='Ngisi Waktu'/><category term='Fall'/><category term='Compare'/><category term='My Top 5'/><title type='text'>"Carpe Diem"</title><subtitle type='html'>...."Brains aren't designed to get results; they go in directions.
If you know how the brain works you can set your own directions.
If you don't, then someone else will....."</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-3593861799691249033</id><published>2009-02-08T19:30:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T19:32:46.360-08:00</updated><title type='text'>Januari Recap</title><content type='html'>Bulan pertama di tahun 2009 ini tidak banyak film yang berhasil saya tonton.  Terhitung hanya lima buah judul saja yang sempat saya santap dan itu pun film-film yang sudah cukup lama dirilis.  Film yang pertama saya tonton justru sebuah film yang sebenarnya malas sekali untuk mencobanya.  Berhubung d itempat kerja gak ada yang lain, maka The Mutant Chronicles terpaksa menjadi judul pembuka film-film 2009 yang anehnya baru akan main di bioskop lokal paling telat tiga bulan ke depan. Dari judulnya, saya mengira film ini semenarik The Chrinicles of Narnia, tapi ternyata film ini lebih mengecewakan dari pada The Chronicles of Roddick.  Entah apa yang membuat beberapa nama besar mau bergabung dalam film kelas B seperti ini.  Thomas Jane yang telah dikenal berkat film-film bekennya seperti Deep Blue Sea, The Punisher, ataupun The Mist, juga mau-maunya menjadi sang ‘jagoan dalam film butut seperti ini. Demikian juga dengan Ron Perlman.  Entah karena kurang job atau orientasi uang, sang Hellboy tersebut juga bahkan mempunyai peran yang cukup penting dalam film yang bersetting jauh di masa depan ini.  Alkisah, sebuah mesin dari planet lain yang mampu mengubah manusia menjadi mutant terkubur selama beratus-ratus tahun di dalam Bumi.  Akibat adanya perang ( yang mungkin di sini diibaratkan seperti perang dunia baru ) membuat mesin tersebut merasa terganggu, yang kemudian menarik para tentara dari kedua belah kubu yang sedang berseteru dan mengubahnya menjadi mutant sadis.  Dan dapat ditebak, Jane, Perlman, dan beberapa ‘pahlawan terpilih’ lainnya termasuk Devon Aoki berjuang bahu membahu untuk memberantas mutant bengis tersebut sekaligus menghancurkan pabrik pembuatnya.  Untuk ukuran film action, film ini tergolong sangat sadis.  Banyak sekali adegan tangan terpotong, kepala putus, cipratan darah, dan berbagai adegan gory yang pastinya akan sulit membuat film ini ber rating P-13.  Seperti halnya Hostel, Sin City, dan film-film horor sejenis yang lain, The Mutant Chronicles memang jualan darah sebagai dagangan utamanya, yang mungkin membuat film ini bakalan susah untuk dapat masuk di bioskop.  Selebihnya, tidak ada hal logis dan layak diterima nalar yang dapat diperoleh dari film ini.  Tapi, untuk sekedar fun, dan menikmati adegan-adegan aksi yang cukup berlebih, film ini mungkin masuk dalam kriterianya, tetapi sekali lagi sangat buruk secara kualitas. &lt;br /&gt; Berbanding terbalik dengan film yang saya saksikan selanjutnya, August Rush.  Cerita dan naskah yang ringan justru tidak membuat film ini terasa membosankan.  Kepiawaian Kirsten Sheridan, sang sutradara dalam meracik kisah tentang pengejaran cita-cita seorang bocah kecil berumur tiga belasan tahun yang disajikan lewat drama musikal ini dapat dikatakan berhasil.  Film yang menampilkan Freddie Highmore dalam peran terbaiknya ini meninggalkan kesan yang cukup mendalam seusai menyaksikan khususnya bagi saya pribadi.  Penampilan dua co-starnya, Jonathan Rhys-Myers dan Keri Russell yang atraktif serta berhasil chemistrynya, ditambah dengan suguhan lagu-lagu yang easy listening dan indah membuat film ini manjadi salah satu film musikal terbaik tahun 2007.  Tidak perlu mengambil tema seberat Chicago, seceria Enchanted, seromantis Moulin Rouge ataupun sekontroversi Hairspay, film ini justru bertenaga dengan muatan pesan moral yang inspiratif di dalamnya.  &lt;br /&gt; Dua film yang saya saksikan selanjutnya berinti cerita yang hampir sama yakni seputar orang yang sedang sekarat.  Jika Alejandro Amenabar berani mengungkap kisah yang terbilang tabu di negaranya, maka Julian Schnabel membuat terobosan baru di industri sinema Perancis.  Dalam The Sea Inside, Amenabar mengangkat kisah tentang Euthanasia di Meksiko yang pada waktu itu mungkin masih mengundang kontoversi di negaranya.  Apa yang ditampilkan dalam film pemenang oscar untuk Best Foreign Languange ini sedikit mengingatkan sama filmnya Nia Dinata, Arisan!  The Sea Inside menceritakan tentang upaya seorang lelaki yang tengah sekarat dan sudah tidak punya semangat hidup lagi.  Putus asa karena menurutnya hidupnya sudah tak berarti, maka ia memutuskan untuk melakukan Euthanasia, yang merupakan kasus pertama kali di negaranya.  Keputusannya itu menimbulkan pro dan kontra yang besar hingga masuk ke acara TV. Ramon Sampredo juga tidak asal melakukan euthanasia, karena sebelum ia tewas ia memutuskan untuk menulis sebuah buku tentang perjalanan hidupnya.  Tidak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh Sampredo untuk yang terakhir kali dalam hidupnya, Mathiew Almaric dalam The Diving Bell and The Butterfly juga menulis buku sebelum ia meninggal.  Bedanya dengan Ramon yang menulis tentang keinginan Euthanasia, maka Almaric merupakan orang pertama yang menulis buku dengan menyusunnya per huruf ( bukan per kata ataupun per kalimat ).  Dalam film tersebut diceritakan bahwa seorang lelaki tua yang tengah sekarat itu mengalami kerusakan susunan syaraf yang sangat parah dan ia hanya bisa berkomunikasi lewat kedipan matanya, dan itu pun hanya sebelah.  Dengan dibantu seorang perawat yang mengajarkan teknik berkomunikasi seperti itu, maka Almaric mulai menulis sebuah buku yang kemudian berhasil diterbitkan di Perancis yang diberi judul The Diving Bell and The Butterfly.  Baik The Diving Bell maupun The Sea Inside, keduanya merupakan film yang diangkat berdasarkan kisah nyata yang direpresentasikan dengan baik oleh para sutradaranya ke layer lebar.  The Sea Inside selain mempunyai kekuatan di naskahnya, juga memperkenalkan actor watak spanyol, Javier Bardem.  Aktingnya sebagai Ramon, orang yang sudah mempunyai prinsip akan hidupnya, patut diberi poin tersendiri.  Sementara The Diving Bell, jelas unggul dari segi penyutradaraan dan sinematografinya.  Tak heran jika Julian Schnabel dan Janusz Kaminski, sang cinematographer langanan Spielberg dapat nominasi oscar di sini.  Kedua film itu mungkin tidak komersil dan saya yakin tidak banyak orang yang bakal betah duduk selama dua jam lebih masing-masing untuk menikmati film yang mereka bilang membosankan ini.  Tapi bagi saya pribadi, kedua film itu benar-benar membuat saya terkesan hingga saat ini.&lt;br /&gt; Film terakhir yang saya coba di Bulan Januari adalah Hancock.  Dibintangi oleh pembuat dollarnya Hollywood, Will Smith, sebelumnya film ini tidak membuat saya tertarik.  Namun setelah saya mencobanya, saya sedikit terkejut dengan film tentang superhero yang kalau kata orang Jawa mungkin ‘sakarepe dewek’ ini.  Humor-humor yang segar dan efektif berhasil diselipkan oleh Peter Berg sang sutradara selain juga adegan-adegan aksi yang dapat dibilang cukup mewah untuk film sejenis ini.  Dan satu lagi ada kejutan dari tokoh yang diperankan oleh Charlize Theron yang membuat film ini mendadak berubah menarik di pertengahan kisahnya.  Peter Berg, yang terakhir merakit The Kingdom yang kontroversi dan menyesakkan, kali ini muncul dengan film ringan yang pastinya cocok untuk hiburan sekeluarga.  Tidak seberat The Dark Knight, tidak juga semewah Iron Man, tapi film yang pastinya bakalan dibuatkan sekuel ini tampil perkasa dengan pendekatan tentang superhero bergaya baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judgement Time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Mutant Chronicles   1.5/5&lt;br /&gt;August Rush     3/5&lt;br /&gt;The Sea Inside     3/5&lt;br /&gt;The Diving Bell and The Butterfly 3.5/5&lt;br /&gt;Hancock      2.5/5&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-3593861799691249033?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/3593861799691249033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=3593861799691249033' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3593861799691249033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3593861799691249033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/02/januari-recap.html' title='Januari Recap'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-3022842368289332567</id><published>2009-02-08T19:29:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T19:30:20.789-08:00</updated><title type='text'>Oscar Winner Prediction</title><content type='html'>Best Motion Picture of the Year&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Christian Colson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actor in a Leading Role&lt;br /&gt;Frank Langella for Frost/Nixon (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actress in a Leading Role&lt;br /&gt;Kate Winslet for The Reader (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actor in a Supporting Role&lt;br /&gt;Heath Ledger for The Dark Knight (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actress in a Supporting Role&lt;br /&gt;Penélope Cruz for Vicky Cristina Barcelona (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Directing&lt;br /&gt;David Fincher for The Curious Case of Benjamin Button (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen&lt;br /&gt;Happy-Go-Lucky (2008): Mike Leigh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Simon Beaufoy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Cinematography&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Anthony Dod Mantle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Editing&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Lee Smith&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Art Direction&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Donald Graham Burt, Victor J. Zolfo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Costume Design&lt;br /&gt;Australia (2008): Catherine Martin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Makeup&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Greg Cannom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Alexandre Desplat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Peter Gabriel, Thomas Newman("Down to Earth")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Sound&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Ed Novick, Lora Hirschberg, Gary Rizzo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Sound Editing&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Richard King&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Visual Effects&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Nick Davis, Chris Corbould, Timothy Webber, Paul J. Franklin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Animated Feature Film of the Year&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Andrew Stanton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Foreign Language Film of the Year&lt;br /&gt;Okuribito (2008)(Japan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Documentary, Features&lt;br /&gt;Man on Wire (2008): James Marsh, Simon Chinn&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Documentary, Short Subjects&lt;br /&gt;Witness from the Balcony of Room 306, The (2008): Adam Pertofsky, Margaret Hyde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Short Film, Animated&lt;br /&gt;This Way Up (2008): Alan Smith, Adam Foulkes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Short Film, Live Action&lt;br /&gt;New Boy (2007): Steph Green, Tamara Anghie&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-3022842368289332567?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/3022842368289332567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=3022842368289332567' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3022842368289332567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3022842368289332567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/02/oscar-winner-prediction.html' title='Oscar Winner Prediction'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-3210077179596251330</id><published>2009-02-08T19:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T19:28:50.825-08:00</updated><title type='text'>2009 Anticipated Movie</title><content type='html'>TOP 10 ANTICIPATED MOVIE OF 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2008 jelas tidak akan berlalu tanpa munculnya The Dark Knight.  Kesuksesan baik itu secara kualitas maupun komersil membuat saya pribadi agak malas menatap film-film tahun 2009.  Tahun 2009 bak pertaruhan judul-judul film yang berniat menandingi dan juga memberi kesan mendalam seperti halnya sekuel Batman Bagins tersebut.  Meskipun, saya sebenarnya tidak begitu antisipasi di tahun 2009, setidaknya sepuluh judul di bawah menjadi semacam daftar film-film yang membuat saya penasaran kendatipun sekali lagi, euphoria The Dark Knight masih belum lepas hingga saya menulis ini…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Dragon Ball : Evolution&lt;br /&gt; Lebih karena kenangan waktu kecil ketika menjadikan film kartun ini sebagai tontonan favorit dan wajib tiap minggunya…….  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Harry Potter and The Half-Blood Prince&lt;br /&gt; Novelnya begitu kelam.  David Yates juga sepertinya sudah fasih menerjemahkan seri penyihir cilik ini.  Jangan lupa franchise Harry Potter juga selalu menarik berkat ikut bergabungnya puluhan actor dan actress berkualitas Inggris dan para caliber oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Watchmen&lt;br /&gt; Zack Snyder diyakini bakal membuat tontonan superhero dewasa ini berbeda dari kebanyakan film-film superhero.  Ia juga dipastikan akan menemukan resep sehingga penonton akan betah dan berdecak kagum menyaksikan karyanya seperti saat ia menggarap Dawn of the Dead dan 300.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Public Enemies&lt;br /&gt; Michael Mann sudah lama tidak terdengar gaungnya dan kabarnya bakal kembali lewat drama gangster yang dipenuhi bintang-bintang top dari The Dark Knight, Pirates of Caribbean, Iron Man, dan Step-Up.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Inglorious Basterd&lt;br /&gt; Quentin, Quentin, and Quentin……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Nine&lt;br /&gt; Melihat barisan castnya film ini dijamin bukan tontonan sembarangan, dibintangi oleh 4 peraih oscar dan digarap oleh Rob Marshall, yang merupakan film ketiganya pasca Chicago dan Memoirs of a Geisha.  Dua filmnya yang pertama dipuja-puji kritikus dan sukses di ajang oscar maupun perolehan box office.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Star Trek&lt;br /&gt; Star Wars is over, and this is the time for Mr. Spock and Capt. Kirk…..  Berhubung saya sama sekali buta mengenai Star Trek, maka semoga saja dengan di-remakenya serial fenomenal ini bakalan membuat saya menyukai dan mengikutinya.  J.J Abrams juga tidak mengecewakan dengan MI:3 dan Cloverfieldnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Up&lt;br /&gt; Saya sempat mengunderestimate Rattatoille dan Wall-E tempo hari.  Kejutannya ternyata film underdog ini menyisakan kenangan dan hasil yang fantastis.  Pixar dipercaya masih punya banyak ramuan untuk menyajikan animasi yang tidak kekanak-kanakan dan berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Angels and Demons&lt;br /&gt; Sebagai pecinta karya-karya Dan Brown, adaptasi novel berikutnya juga menjadi daftar tontonan wajib.  Lupakan The DaVinci Code, yang memang mengecewakan apalagi bila dibandingkan dengan novelny, Karena Angels and Demons menawarkan kisah trilller tanpa mengandung bumbu kontroversi.  Ron Howard, sebagai salah satu sutradara favorit saya, ditambah cast dari Ewan McGregor, semoga bisa membuat terror Illuminati ini menarik untuk disimak.  Tak sabar juga menunggu Deception Point.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Avatar&lt;br /&gt; Dari tahun 2007, film ini sudah membuat orang penasaran.  James Cameron yang menutup rapat premis ceritanya dipastikan bakal melakukan come back yang berhasil lewat petualngan luar angkasa ini….. Jangan lupakan pula ada ratu petualangan luar angkasa, Sigourney Weaver….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-3210077179596251330?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/3210077179596251330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=3210077179596251330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3210077179596251330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/3210077179596251330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/02/2009-anticipated-movie.html' title='2009 Anticipated Movie'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-8438626084892090745</id><published>2009-01-30T02:38:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T02:42:20.481-08:00</updated><title type='text'>Oscar 2009</title><content type='html'>Just A Thought on Oscar 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Entah Anda seorang penggemar film sejati atau bukan, saya yakin paling tidak Anda pernah mendengar nama Academy Awards atau yang beken disebut dengan Oscar. Dengan segala keglamoran khas Hollywood, ajang penghargaan film yang ngakunya paling bergengsi dan terbesar itu telah memasuki usia yang ke-81.  Dalam rentang waktu yang sudah cukup lama tersebut, Oscar kerap mengambil keputusan yang cukup kontroversi terutama para pemenangnya, kendatipun tidak meninggalkan ‘tradisi’ lamanya.  Tradisi yang dimaksud di sini tentu saja adalah kemenangan film-film tentang biopic dan juga para pemainnya.  Kemenangan A Beautiful Mind sebagai film terbaik yang merupakan biografi singkat dari matematikawan jenius yang gila, mengawali menjamurnya film-film biopic yang berjaya di ajang oscar.  Okelah, Russell Crowe ( John Nash ), dan Will Smith ( Muhammad Ali ) gagal meraih oscar, tapi bagaimana dengan Jennifer Connelly yang membawa pulang oscar untuk best supp actress atas perannya sebagai Alicia Nash, istri John Nash yang selalu setia menemani sang suami hingga meraih nobel….??  Oscar ke-75 menjadi puncak karier bagi Nicole Kidman ketika ia sukses menyabet oscar berkat perannya sebagai novelis Virginia Woolf, berpasangan dengan Adrien Brody ( Wladyslaw Szpilman ), seorang pemain piano yang hidupnya berubah menderita  di masa kekejaman Nazi.  Dua tahun berikutnya, berturut-turut giliran Charlize Theron ( Aileen Wuornos ) dan Jamie Foxx ( Ray Charles ) yang tersenyum lebar atas peran tokoh nyatanya.  Dua kali penyelenggaraan oscar selanjutnya menjadi semacam pengulangan oscar ke-75 saat dua peraih best actor dan best actressnya sukses memerankan sosok nyata.  Adalah Philip Seymour Hoffman ( Truman Capote ) yang berpasangan dengan Reese Witherspoon ( June Carter ) dan Forest Whitaker ( Idi Amin ) yang berpasangan dengan Helen Mirren ( Queen Elizabeth 2 ) meraih oscar.  Sedangkan oscar terakhir seperti memaksakan diri ketika menobatkan Marion Cotillard sebagai actress terbaik setelah memerankan penyanyi legendaris Perancis, Edith Piaf yang meninggal di usia muda saat kariernya sedang naik daun.&lt;br /&gt; Lalu bagaimana dengan oscar ke-81 ini,…??  Lepas dari kekecawaan akibat tidak masuknya Wall-E dan The Dark Knight di jajaran nominasi best picture, munculnya kembali langganan oscar Meryl Streep, dan absennya Sally Hawkins, yang jelas baru saja meraih golden globe, tradisi tahunan oscar seperti yang saya sampaikan di atas, saya rasa bakal kembali berulang.  Memang agak susah untuk menebak film atau actor mana yang akan meraih oscar akibat keterbatasan film biopic yang dinominasikan, tapi saya masih yakin bahwa AMPAS masih akan memakai resep sebelumnya.  Josh Brolin ( Milk ) mungkin harus mengalah memberikan piala best supp actornya kepada Health Ledger kendati ia satu-satunya nominator dari film biopic.  Di bagian actor terbaik, dua tokoh nyata Sean Penn ( Harvey Milk ) dan Frank Langella ( Richard Nixon ) jelas harus bersaing ketat dengan Mickey Rourke.  Persaingan Nixon dan Milk juga berlanjut di best picture kendatipun di sini mereka mendapat saingan yang lebih berat dari Slumdog Millionaire.  Andaikan filmnya Danny Boyle itu yang nantinya meraih best picture, maka kemungkinan Frank Langella lah yang akan sukses merebut actor terbaik.  Ini juga menjadi pertanda saat pertama kalinya seorang actor meraih piala oscar ketika memerankan figure seorang presiden America.  Di jajaran actress terbaik, mungkin ini saatnya bagi Kate Winslet meraih oscar pertamanya setelah beberapa kali dinominasikan dan gagal.  Mengingatkan kepada Martin Scorsese ketika akhirnya berhasil meraih oscar kendatipun bukan lewat film terbaiknya kemungkinan yang sama bakal terjadi juga kepada Winslet. &lt;br /&gt;Apapun dan siapapun pemenangnya, oscar selama satu dasawarsa terakhir ini selalu memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh besar nyata yang telah wafat melalui sebuah film.  Akankah tradisi tersebut absent tahun ini,…? Saya rasa tidak !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Complete Nominies and Winner Prediction&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Motion Picture of the Year&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Ceán Chaffin, Kathleen Kennedy, Frank Marshall&lt;br /&gt;Frost/Nixon (2008): Brian Grazer, Ron Howard, Eric Fellner&lt;br /&gt;Milk (2008): Bruce Cohen, Dan Jinks&lt;br /&gt;The Reader (2008): Nominees to be determined&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Christian Colson&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actor in a Leading Role&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Richard Jenkins for The Visitor (2007/I)&lt;br /&gt;Frank Langella for Frost/Nixon (2008)&lt;br /&gt;Sean Penn for Milk (2008)&lt;br /&gt;Brad Pitt for The Curious Case of Benjamin Button (2008)&lt;br /&gt;Mickey Rourke for The Wrestler (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actress in a Leading Role&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Anne Hathaway for Rachel Getting Married (2008)&lt;br /&gt;Angelina Jolie for Changeling (2008)&lt;br /&gt;Melissa Leo for Frozen River (2008)&lt;br /&gt;Meryl Streep for Doubt (2008/I)&lt;br /&gt;Kate Winslet for The Reader (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actor in a Supporting Role&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Josh Brolin for Milk (2008)&lt;br /&gt;Robert Downey Jr. for Tropic Thunder (2008)&lt;br /&gt;Philip Seymour Hoffman for Doubt (2008/I)&lt;br /&gt;Heath Ledger for The Dark Knight (2008)&lt;br /&gt;Michael Shannon for Revolutionary Road (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Performance by an Actress in a Supporting Role&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Amy Adams for Doubt (2008/I)&lt;br /&gt;Penélope Cruz for Vicky Cristina Barcelona (2008)&lt;br /&gt;Viola Davis for Doubt (2008/I)&lt;br /&gt;Taraji P. Henson for The Curious Case of Benjamin Button (2008)&lt;br /&gt;Marisa Tomei for The Wrestler (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Directing&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Danny Boyle for Slumdog Millionaire (2008)&lt;br /&gt;Stephen Daldry for The Reader (2008)&lt;br /&gt;David Fincher for The Curious Case of Benjamin Button (2008)&lt;br /&gt;Ron Howard for Frost/Nixon (2008)&lt;br /&gt;Gus Van Sant for Milk (2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Writing, Screenplay Written Directly for the Screen&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Frozen River (2008): Courtney Hunt&lt;br /&gt;Happy-Go-Lucky (2008): Mike Leigh&lt;br /&gt;In Bruges (2008): Martin McDonagh&lt;br /&gt;Milk (2008): Dustin Lance Black&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Andrew Stanton, Pete Docter, Jim Reardon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Writing, Screenplay Based on Material Previously Produced or Published&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Eric Roth, Robin Swicord&lt;br /&gt;Doubt (2008/I): John Patrick Shanley&lt;br /&gt;Frost/Nixon (2008): Peter Morgan&lt;br /&gt;The Reader (2008): David Hare&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Simon Beaufoy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Cinematography&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Changeling (2008): Tom Stern&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Claudio Miranda&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Wally Pfister&lt;br /&gt;The Reader (2008): Roger Deakins, Chris Menges&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Anthony Dod Mantle&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Editing&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Angus Wall, Kirk Baxter&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Lee Smith&lt;br /&gt;Frost/Nixon (2008): Daniel P. Hanley, Mike Hill&lt;br /&gt;Milk (2008): Elliot Graham&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Chris Dickens&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Art Direction&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Changeling (2008): James J. Murakami, Gary Fettis&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Donald Graham Burt, Victor J. Zolfo&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Nathan Crowley, Peter Lando&lt;br /&gt;The Duchess (2008): Michael Carlin, Rebecca Alleway&lt;br /&gt;Revolutionary Road (2008): Kristi Zea, Debra Schutt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Costume Design&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Australia (2008): Catherine Martin&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Jacqueline West&lt;br /&gt;The Duchess (2008): Michael O'Connor&lt;br /&gt;Milk (2008): Danny Glicker&lt;br /&gt;Revolutionary Road (2008): Albert Wolsky&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Makeup&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Greg Cannom&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): John Caglione Jr., Conor O'Sullivan&lt;br /&gt;Hellboy II: The Golden Army (2008): Mike Elizalde, Thomas Floutz&lt;br /&gt;Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Score&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Alexandre Desplat&lt;br /&gt;Defiance (2008): James Newton Howard&lt;br /&gt;Milk (2008): Danny Elfman&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): A.R. Rahman&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Thomas Newman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Music Written for Motion Pictures, Original Song&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): A.R. Rahman, Gulzar("Jai Ho")&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): A.R. Rahman, Maya Arulpragasam("O Saya")&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Peter Gabriel, Thomas Newman("Down to Earth")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Sound&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): David Parker, Michael Semanick, Ren Klyce, Mark Weingarten&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Ed Novick, Lora Hirschberg, Gary Rizzo&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Ian Tapp, Richard Pryke, Resul Pookutty&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Tom Myers, Michael Semanick, Ben Burtt&lt;br /&gt;Wanted (2008): Chris Jenkins, Frank A. Montaño, Petr Forejt&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Sound Editing&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Richard King&lt;br /&gt;Iron Man (2008): Frank E. Eulner, Christopher Boyes&lt;br /&gt;Slumdog Millionaire (2008): Tom Sayers&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Ben Burtt, Matthew Wood&lt;br /&gt;Wanted (2008): Wylie Stateman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Achievement in Visual Effects&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Curious Case of Benjamin Button (2008): Eric Barba, Steve Preeg, Burt Dalton, Craig Barron&lt;br /&gt;The Dark Knight (2008): Nick Davis, Chris Corbould, Timothy Webber, Paul J. Franklin&lt;br /&gt;Iron Man (2008): John Nelson, Ben Snow, Daniel Sudick, Shane Mahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Animated Feature Film of the Year&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Bolt (2008): Chris Williams, Byron Howard&lt;br /&gt;Kung Fu Panda (2008): John Stevenson, Mark Osborne&lt;br /&gt;WALL•E (2008): Andrew Stanton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Foreign Language Film of the Year&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Der Baader Meinhof Komplex (2008)(Germany)&lt;br /&gt;Entre les murs (2008)(France)&lt;br /&gt;Revanche (2008)(Austria)&lt;br /&gt;Okuribito (2008)(Japan)&lt;br /&gt;Vals Im Bashir (2008)(Israel)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Documentary, Features&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;The Betrayal - Nerakhoon (2008): Ellen Kuras, Thavisouk Phrasavath&lt;br /&gt;Encounters at the End of the World (2007): Werner Herzog, Henry Kaiser&lt;br /&gt;The Garden (2008/I): Scott Hamilton Kennedy&lt;br /&gt;Man on Wire (2008): James Marsh, Simon Chinn&lt;br /&gt;Trouble the Water (2008): Tia Lessin, Carl Deal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Documentary, Short Subjects&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Conscience of Nhem En, The (2008): Steven Okazaki&lt;br /&gt;Final Inch, The (2008): Irene Taylor Brodsky, Tom Grant&lt;br /&gt;Smile Pinki (2008): Megan Mylan&lt;br /&gt;Witness from the Balcony of Room 306, The (2008): Adam Pertofsky, Margaret Hyde&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Short Film, Animated&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;La Maison en Petits Cubes: Kunio Kato&lt;br /&gt;Ubornaya istoriya - lyubovnaya istoriya (2007): Konstantin Bronzit&lt;br /&gt;Oktapodi (2007): Emud Mokhberi, Thierry Marchand&lt;br /&gt;Presto (2008): Doug Sweetland&lt;br /&gt;This Way Up (2008): Alan Smith, Adam Foulkes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Best Short Film, Live Action&lt;br /&gt;Nominees:&lt;br /&gt;Auf der Strecke (2007): Reto Caffi&lt;br /&gt;Manon sur le bitume (2007): Elizabeth Marre, Olivier Pont&lt;br /&gt;New Boy (2007): Steph Green, Tamara Anghie&lt;br /&gt;Grisen (2008): Tivi Magnusson, Dorthe Warnø Høgh&lt;br /&gt;Spielzeugland (2007): Jochen Alexander Freydank&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-8438626084892090745?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/8438626084892090745/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=8438626084892090745' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8438626084892090745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8438626084892090745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/oscar-2009.html' title='Oscar 2009'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-653582283810187049</id><published>2009-01-15T02:32:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:34:22.860-08:00</updated><title type='text'>Once, In A Good Year, There Will Be Blood........</title><content type='html'>GOOD,..THERE WILL BE BLOOD…..!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ada dua alasan yang membuat A Good Year patut direkomendasikan dalam daftar tonton.  Alasan pertama adalah bersatunya kembali sutradara dan pemain utama Gladiator.  Di film bergenre drama romantis inilah Ridley Scott dan Russell Crowe kembali bekerja sama untuk yang kedua kalinya setelah sebelumnya mensukseskan Gladiator di panggung oscar dan di kancah box office. Dan kelak keduanya akan kembali bekerja sama sebanyak empat kali.  Tulisan ini tidak membahas tentang American Gangster ataupun Body of Lies yang bakal tayang di akhir tahun 2008, akan tetapi akan sedikit mengupas tentang film drama yang diangkat dari sebuah novel tersebut.  Alasan kedua adalah kehadiran Marion Cotillard, aktris cantik asal Perancis yang mendadak menjadi sorotan setelah meraih oscar lewat La Vie en Rose beberapa waktu lalu.  Memang saya belum menyimak La Vie en Rose, tapi melihat kiprah Cotillard dalam A Good Year, rasa-rasanya Cotillard memang pantas menyingkirkan favorit utama Julie Christie dalam perebutan gelar best actress.  Dengan logat perancis khasnya didukung parasnya yang memang benar-benar sangat mempesona, sosok Edith Piaf, penyanyi legendaries asal Negara Eiffel yang meninggal saat kariernya sedang naik daun itu berhasil dihidupkan oleh Cotillard dengan dibantu oleh dukungan make-up jempolan yang juga diganjar piala oscar.&lt;br /&gt;Dikisahkan seorang bankir kharismatik Maximillan Skinner mendadak harus kembali ke kampung halamannya setelah ia mendapat wasiat warisan seluruh peninggalan pamannya, Henry Skinner yang diperankan oleh Albert Finney, beserta kebun anggur miliknya.  Max, yang seorang workaholic harus membiasakan tinggal di ‘istana’ pamannya yang megah dengan kehidupan yang jauh dari rutinitasnya.  Saat max bertemu dengan Christie, anak hasil hubungan Henry dengan seorang wanita asal Amerika keinginan Max untuk menjual seluruh peninggalan pamannya beserta kebun anggur miliknya, tiba-tiba mendapat gejolak.  Begitu pula saat Max bertemu dengan Shelby, seorang pramusaji jelita yang diperankan oleh Cotillard.  Jadilah A Good Year sebuah tontonan ringan dengan Russell Crowe dan Ridley Scott sebagai dagangan utamanya.  Tetapi malahan justru Marion Cotillard lah yang menjadi daya pikat utama dalam film yang sebetulnya terkesan membosankan ini.  Pesona wajah dan aksen Perancisnya benar-benar mampu meluluhkan hati Max yang seorang pekerja keras dan juga para penonton pada umumnya.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan A Good Year tidak buruk-buruk amat, tapi jika kita melihat siapa sutradaranya, sepertinya film yang juga dibintangi actor masa depan Freddie Highmore ini sangat standar sekali.  Bagaimana mungkin sutradara penghasil tontonan-tontonan bermutu seperti Alien, Blade Runner, dan Kingdom of Heaven ini membuat film yang sangat dangkal di segala aspek dan cenderung mudah dilupakan.  Beruntung sekali para pemainnya mampu menyuguhkan porsi yang pas dan memikat.  Selain Cotillard dan Highmore yang atraktif, permainan acting Abbie Cornish sebagai Christie juga lumayan kendati masih di bawah bayang-bayang Finney yang memerankan dua karakter yang berbeda.  Permainan actor veteran ini mengingatkan akan kiprahnya dalam Big Fish yang juga tidak dapat dikatakan jelek.  Russell Crowe,…???  Wah, sepertinya bayang bayang Maximus sang Gladiator belum dapat lepas dari actor Aussie ini.  Mudah-mudahan dalam Body of Lies, setidaknya performa memukaunya seperti yang ia tamplkan dalam American Gangster minimal dapat dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bicara tentang performa memukau, Daniel Day-Lewis benar-benar mengerahkan seluruh kemampuan actingya yang prima lewat There Will Be Blood.  Sehingga tak segan-segan pihak Academy Awards mengganjarya piala oscar untuk yang kedua kali lewat perannya sebagai pengusaha minyak ambisius yang punya perusahaan pengeboran sendiri dalam film garapan Paul Thomas Anderson tersebut.  Penampilan acting actor veteran asal Inggris itu benar-benar mendominasi dan menjadi nyawa keseluruhan dari There Will Be Blood.  Jika Anda bukanlah seorang penggemar film, ataupun seorang maniac film yang belum mengenal siapa Day-Lewis.  Setelah menyaksikan film panjang berdurasi hampir tiga jam ini, dipastikan Anda akan kagum dengan actor watak yang satu ini.  Kharismnya tidak kalah seperti yang ia tampilkan dalam Gangs of New York ataupun My Left Foot yang memberinya piala oscar pertama  Ada dua scene yang benar-benar membuat saya pribadi kagum dengan kapabilitas aktingnya, yakni saat Daniel menghajar pastor muda yang diperankan juga dengan apik oleh Paul Dano.  Mimic, ekspresi, serta tingkah polahnya sangat mendukung  bahwa ia adalah seorang actor watak jempolan yang sudah sangat teruji kualitas actingnya.  Mungkin Anda harus menyaksikan salah satu peran luar biasa sebuah karakter sepanjang sejarah dalam film ini……..&lt;br /&gt;Tapi acting luar biasa dari pemain The Last of Mohicans ini dimentahkan oleh Javier Bardem dalam No Country For Old Man.  Best picture oscar malah didapat oleh film garapan Coen Brothers tersebut.  Meskipun There Will Blood lebih bertenaga di segi penggarapan, namun No Country juga lebih membumi dari segi naskah cerita yang lebih universal.  Dunia kriminalitas yang getir dikisahkan lewat tiga karakter kuatnya yang saling berhubungan.  Josh Brolin semakin matang aja aktingnya dan segera menjelma menjadi actor watak berkelas.  Buktinya, actor yang juga main dalam American Gangster ini segera diplot Oliver Stone untuk menjadi George W Bush dalam W.  Sayangnya saya belum menyimak kiprahnya dalam film semibiografi tersebut.  Sedangkan Tommy Lee-Jones, meskipun porsinya tidak terlalu besar, namun perannya disitu juga penting sekaligus menjelaskan arti judul ‘No Country For Oldman’ sendiri.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bakat adalah sebuah karunia Tuhan yang diberikan secara khusus kepada makhluk-Nya semenjak ia dilahirkan ke dunia.  Kadang bakat kerap sekali dikaitkan dengan hobby dan skill seseorang.  Lebih jauh lagi, bakat lah yang kadang menuntun seseorang menuju tangga kesuksesan.  Once menjadi contoh bagi seseorang untuk mencari karier yang sesuai dengan ‘gift’ pemberian Tuhan-Nya.  Dalam film tersebut diceritakan tentang  seorang pria dengan kegemaran dan bakat bermain gitarnya merintis karier agar menjadi terkenal.  Meskipun dia anak seorang pen’service’ vacuum cleaner yang sederhana, namun keahliannya dalam memetik gitar hampir menyamai para pemain gitar professional.  Dengan lagu-lagu yang dikarangnya sendiri, beserta gitar butut kesayangannya, ia mulai mengalunkan suaranya di berbagai penjuru kota Dublin sambil mengharap beberapa receh dari orang-orang yang melintas.  Hingga pada suatu hari ia bertemu dengan seorang wanita beranak satu yang juga menyukai musik terutama piano yang kemudian mensupport dan mendorongnya agar menjadi penyanyi terkenal.  Klise memang, tapi disitulah letak kekuatan film indie asal Irlandia ini.  John Carney, sang sutradara menggambarkan perjalanan pria tersebut yang diperankan oleh Glen Hansard dengan cukup ritmis.  Mulai dari aktivitasnya mengamen di jalan-jalan, memainkan gitarnya di sela-sela waktu di berbagai tempat, kisah romantis singkatnya dengan wanita yang dimainkan oleh si cantik Marketa Irglova, kolaborasi keduanya, proses rekaman perdananya, hingga rencananya hijrah ke London untuk meniti karier bermusiknya.  Meskipun hanya secuil kisah, namun semuanya diceritakan dengan runtut dalam balutan lagu-lagu yang indah disepanjang film.&lt;br /&gt; Seperti halnya Enchanted, Once juga merupakan film musical yang lebih mengutamakan soundtrack-soundtrack indahnya ketimbang plot cerita, penokohan, ataupun hal teknis lainnya.  Bedanya, jika filmnya Amy Adams itu lebih komersil dengan mengandalkan Disney sebagai pabriknya, film ini justru tetap ‘pede’ berjalan di jalur indie.  Dan memang, film ini bertenaga dengan musik-musiknya yang enak didengar dan membekas.  Tercatat setidaknya ada tiga tembang yang bagi saya pribadi benar-benar menyentuh dan indah diantaranya When You’r Mind’s Made Up, If You Want Me, dan Once, yang kesemuanya kebanyakan dinyanyikan secara duet antara Hansard san Irglova.  Namun hanya tembang Falling Slowly lah yang  terus terang saya putar berulang-ulang setelah menyaksikan filmnya.  Sama memorablenya dengan lagu I Need to Wake Up yang merupakan soundtrack film yang meraih best song di ajang oscar., lagu yang juga dibawakan secara duet ini juga meraih best original song di ajang oscar terakhir.  Malahan dengan dibawakan secara berdua, lagu yang liriknya dalam ini lebih membuat merinding ketika didengar dan memang sangat pas dan matching dengan inti kisah dalam filmnya yakni tentang pengejaran karier masa depan.  Pokoknya dijamin, Anda akan hanyut bersama lantunan suara indah Hansard dan Irglova dalam Falling Slowly ini…..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-653582283810187049?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/653582283810187049/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=653582283810187049' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/653582283810187049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/653582283810187049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/once-in-good-year-there-will-be-blood.html' title='Once, In A Good Year, There Will Be Blood........'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-4143238093761536442</id><published>2009-01-15T02:26:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:31:10.625-08:00</updated><title type='text'>2008 : A Hero's Explorer</title><content type='html'>The Incredible Dark Knight on the Iron Mask&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah seperti rutinitas tahunan, Hollywood selalu saja memproduksi film-film bergenre superhero tiap tahun.  Jika di beberapa tahun lalu Spider-Man 3 mementahkan ekspektasi yang terlalu berlebihan, dan X-Men : The Last Stand yang berklimaks tragis, maka di tahun depan sang Wolverine akan kembali lewat X-Men Origins : Wolverine.  Melihat judulnya saja, kita bakalan tahu bahwa bukan tidak mungkin mutan-mutan didikan Profesor Xavier tersebut akan muncul satu persatu beberapa tahun ke depan.  Jika proyek asal muasal Wolverine itu sukses, maka judul-judul seperti X-Men Origins : Storm, Dark Phoenix, Cyclops, atau bahkan Rogue bakal menghiasi situs-situs film beberapa tahun mendatang.  Belum lagi judul-judul pendatang baru seperti Aquaman, The Flash, Captain America, dan Wonderwoman misalnya, sudah mulai banyak beritanya.  Jadi, film bergenre superhero sudah seperti kewajiban untuk dimunculkan tiap tahun.  &lt;br /&gt;Nah, di tahun 2008 ini, tak tanggung-tanggung tiga icon superhero sekaligus muncul menghiasi layar-layar bioskop.  Marvel yang memang sudah terkenal dengan tokoh-tokoh komiknya yang sukses di angkat ke layar lebar, segera mencuri start dengan merilis Iron Man lebih dulu.  Dipenuhi bintang-binang kelas oscar, sebenarnya film garapan Jon Favreau ini punya banyak harapan untuk menjadi box office hit.  Tapi penggarapan Jon Favrau dalam memperkenalkan sang hero terkesan lamban dan cenderung childish.  Mungkin Favreau ingin meniru Christopher Nolan saat mengenelakan jati diri dan asal usul Batman dalam Batman Begins.  Tetapi terlalu datar dan dangkalnya plot cerita membuat penonton seperti dianggap terlalu bodoh untuk mengetahui dari mana dan bagaimana Tony Stark berubah menjadi seorang Iron Man.  Jelas, Favreau belum bisa melepaskan image nya saat menggarap Elf yang memang ringan dan fun.  Namun, Elf dan Iron Man adalah dua genre yang sangat berbeda, dan penunjukkan nama Jon Favraeau mungkin perlu ditinjau kembali jikalau akan dibuat sekuelnya kelak.  Robert Downey Jr. sendiri tampil cukup pas dengan sosok sang superheronya sendiri.  Wajah, mimic, ekspresi, dan tingkah lakunya saat menggambarkan Tony Stark yang playboy, doyan pesta, dan tergolong ‘bad guy’ ini mengkin menjadi daya tarik utama dari filmnya yang apabila akan dibuatkan sekuelnya nanti, Samuel L Jackson dipastikan akan muncul.  Gweyneth Paltrow nyata menjadi nilai tambah bagi sang pahlawan ber’pakaian’ besi ini.  Bintang peraih oscar ini masih saja kelihatan segar dan cantik meskipun usianya sudah senja.  Dan perpaduan antara Downey Jr. dengan Paltrow juga tidak terlalu buruk.  Hanya saja porsi Paltrow kurang banyak karena memang filmnya lebih menitikberatkan pada karakter sentralnya, sang Iron Man.  Sedangkan Kurt Russell,…?? Ammpuuunnn….., jelek banget dia di sini.  Kepala plontos yang dipadukan dengan jenggot tipis lebih terkesan sebagai seorang dosen ketimbang seorang kriminalis.  Dan Terence Howard,…??... Ya, sejak Crash dan Hustle and Flow, mungkin kemampuan acting dari actor kulit hitam ini memang hanya sampai sebatas ini.  Tidak terlalu berlebihan, namun juga tidak terlalu buruk-buruk amat.  Bagi anak-anak, Iron Man mungkin terlalu membosankan akibat adanya dialog-dialog yang panjang dan melelahkan, dan bagi penonton dewasa, juga sangat menjemukan dengan naskah cerita yang dangkal dan terlalu linear.  Visual effectnya,..??  tidak terlalu buruk tapi juga kelewat mewah, untuk ukuran film yang lebih mengutamakan dramalurgi ketimbang adegan aksi semata.&lt;br /&gt; Jika Iron Man, mewakili film hero yang membuat kantuk, maka The Incredible Hulk muncul untuk mengimbanginya.  Sebenarnya cukup konyol juga karena belum genap lima tahun,  kita sudah harus memilih dua versi Hulk yang sayangnya dari keduanya, ( maaf harus saya katakana ) terbilang buruk dan mengecewakan.  Di tangan Ang Lee, Hulk pertama yang dirilis tahun 2004, terlalu mendayu-dayu, atau kalau kata anak gaulnya ‘cemen’.  Kita dituntu untuk mau menyelami psikologis dari sosok Bruce Banner untuk dapat menikmati filmnya.  Berhasil…??  Jelas tidak.  Ayolah, … ini adalah film Hulk, sosok manusia hijau berkekuatan besar yang liar, ganas, dan emosional.  Namun di tangan sutradara Brokeback Mountain ini, Hulk malah jadi sosok yang mellow dan sweet.  Meskipun ada dua pendapat yang berbeda tentang penilaian terhadap Hulk versi Eric Bana ini, namun saya tetap men’judge’ bahwa Hulk buatan Ang Lee ini termasuk produk gagal.  Sayangnya Hulk terbaru yang mendapat tambahan judul The Incrdible Hulk malah labih parah lagi.  Louis Letenner mungkin ingin menjadi oposisis penentang Ang Lee dalam memvisualisasikan monster yang berubah jadi ganas dan mengerikan saat lepas control ini.  Edward Norton yang kabarnya ngebet ingin mendapat peran ini, juga belum bisa berbuat banyak akibat lemahnya script yang ditawarkan.  Ya. Hulk terbaru ini tak ubahnya sebagai tontonan anak-anak kecil seusai belajar.  Naskah yang sangat ringan dan predictable dengan hingar-bingar adegan-adegan aksi yang berisik dan crowded, jelas menjadi favorit adik-adik kecil kita.  Penggambaran Hulk yang dibuat lebih garang dan bringas, tanpa dibarengi kisah yang kuat, jelas bukan film Hulk yang berhasil.  Mungkin Stephen Spielberg harus turun tangan, agar ke depan sudah tidak ada lagi monster hijau raksasa wira-wiri memenuhi layer bioskop.  Memang dibandingkan Eric Bana, Edward Norton cukup cocok lah untuk berubah menjadi monster pemarah tersebut, apalagi jika melihat face nya yang juga gak terlalu manis.  Namun, bodynya tetap belum bisa mendukung sosok seorang Hulk.  Come on,… Norton is too ‘small’ to be the incredible hulk.  Ini diperparah lagi dengan hadirnya Liv Tyler sebagai ‘Hulk girl’.  Sosok Liv Tyler jelas sekali terasa mengganggu dan terkesan bingung dengan porsinya yang tidak jelas dan serba tanggung.  Mungkin Jennifer Connely lebih pas untuk peran yang sama. &lt;br /&gt; Tapi semuanya mendadak berubah saat saya pertama kali menyimak The Dark Knight.  Film Batman yang merupakan sekuel langsung dari Batman Begins yang dirilis sekitar tahun 2006 ini benar-benar terus membekas dalam memori saya.  Bukan karena adegan-adegan visual effectnya, bukan karena dramalurginya, dan bukan pula karena sosok hero nya sendiri.  Saya benar-benar takjub dan terkesan dengan The Dark Knight secara keseluruhannya.  Di sekuel pertamnya ini, sang sutradara Christopher Nolan menetapkan standar yang super tinggi untuk film bergenre superhero movie.  Hal yang sama mungkin dulu juga sempat dilakukan oleh Peter Jackson ketiga menggarap trilogy The Lord of The Rings dengan segala kesempurnaan aspeknya.  Di genre epic-adventure, film berdurasi panjang itu belum ada yang mampu mengalahkan atau bahkan minimalnya menyamai kualitasnya.  Dua jilid The Chronicles of Narnia, Eragorn, The Golden Compass, atau film-film sejenis yang lainnya, jelas-jelas hanya mencoba berusaha untuk mengikuti kesuksesan luar biasa film ansamble-cast tersebut dengan hasil yang jauh dari harapan.  Dan kali ini Christopher Nolan, yang memang sudah cukup dikenal dengan film-film berat dan cenderung njlimetnya itu melakukan hal yang sama terhadap The Dark Knight.  Film superhero yang umumnya dibuat ringan, ‘rame’, dan benuh adegan-adegan aksi super seru, menjadi terasa lain saat menyaksikan The Dark Knight ini.  Bahkan Spider-Man 2 yang sebelumnya saya favoritkan sebagai tontonan adaptasi komik favorit, harus mengakui keunggulan ikon nya DC Comics ini.  Sejak dari Batman Begins pun sudah mulai tampak apa yang bakal dihadirkan Nolan lewat pahlawan berkostum gelap berlogo kelelawar ini.  Di jajaran cast nya pun, gak sembarangan.  Dua peraih oscar dan tiga nominator oscar diplot sebagai ‘rekan-rekan’ Christian Bale dalam Batman Begins.  Sementara dalam The Dark Knight, dua nominator sebelumnya, Ken Watanabe dan Liam Neeson harus digantikan porsinya oleh actor watak muda yang juga pernah dinominasikan sebagai best actor, yang sayangnya tidak dapat menikmati hasil luar biasa dari filmnya sendiri.  Plot nya sendiri memang dibuat dengan cukup rumit oleh dua bersaudara Christopher Nolan dan Jonathan Nolan.  Ini ditambah dengan banyaknya twist yang muncul di sepanjang film, yang mungkin menjadikan penonton harus berkonsentrasi penuh untuk mengikuti jalan ceritanya dari alurnya yang juga berjalan dengan cepat.  Jika tidak, jangan heran nanti Anda akan terbengong-bengong di adegan selanjutnya.  Seperti halnya film sebelumnya, The Dark Knight juga masih mengandalkan kata ‘dark’, dengan menampilan setting cerita yang gelap dan tidak linear.  Adegan saat Jim Gordon menggerebek rumah Wuertz yang digabungkan dengan adegan pesta di kediaman Bruce Wayne dan adegan seorang ibu membawa amplop memasuki mobil, menjadi salah satu hasil editing terbaik dan menghasilkan rasa penasaran yang tinggi bagi penontonnya.  Jadi jika nanti ada nama Lee Smith di jajaran nominator oscar tahun 2009 untuk kategori Best Editing jangan kaget karena apa yang dilakukannya tersebut memang pantas dihargai.  Begitu pula jika dua composer kondang James Newton Howard dan Hans Zimmer absent dari percaturan nominator Best Original Score.  Aransemen musik yang ditata dengan apik oleh dua composer kawakan tersebut juga terdengar nendang di telinga sekaligus menjadi poin selanjutnya dari film yang kabarnya berada satu tingkat di bawah Titanic untuk perolehan box officenya secara Domestic ( baca : untuk wilayah Amerika Utara dan Kanada saja ).  Selain storytelling yang brilyan, ada satu lagi keunggulan dari The Dark Knight yang tak lain adalah top of the top nya.  Siapa lagi jika bukan alm. Heath Ledger dengan perannya sebagai Joker terbaru.  Mimic, gerak-gerik, ekspresi, dan tingkah polahnya memang tidak seperti Joker sebelumnya yang juga sukses dimainkan oleh Jack Nicholson.  Tapi jangan salah, dukungan make up jempolan yang dihiaskan ke wajah actor watak muda ini membuat sang Joker lebih terlihat sadis, mengerikan, dan sedikit ‘tolol’.  I am the agent of Chaos, salah satu quote nya dalam film tersebut, benar-benar terepresentasikan saat dengan kocak dan tololnya sang Joker meledakkan seluruh bangunan rumah sakit yang besar dengan sebuah remote sambil berjalan meninggalkan rumah sakit tersebut.  Lucu, konyol, dan mengerikan.  Gambaran sosok badut penebar terror nyata-nyata dapat dimunculkan oleh actor yang meninggal karena over dosisi ini.  Sedangkan cast yang lain juga tidak terlalu buruk dan tampil maksimal sesuai porsinya masing-masing.  Michael Caine dengan santai dan kharismatiknya, masih menjadi Alfred, ajudan setianya Bruce Wayne.  Morgan Freeman yang berperan sebagai Lucius Fox, seperti biasa selalu tidak mengecewakan di setiap filmnya dan selalu terpancar aura ke ‘aktor’annya.  Garry Oldman yang sempat membuat ‘pangling’ dalam Harry Potter and The Prisoner of Azkaban, malah semakin besar porsinya di sini dan tetap tampil mengesankan sebagai James Gordon, rekan setia Batman di dunia kepolisian.  Porsinya hampir sama dengan Aaron Eackhart, jaksa gotham city yang dicalokan sebagai walikota.  Eackhart sendiri meskipun menjadi karakter yang penting dalam The Dark Knight, tetap saja seorang actor biasa yang mungkin sudah tidak dapat lagi meningkatkan skill aktingnya.  Tetap stabil dan konsisten seperti saat ia bermain dalam film indie terbaik, Thank You For Smoking.  Dan hanya Maggie Gyllenhall saja yang kurang greget.  Sebagai seorang wanita yang punya kedudukan penting dalam film ini, pemilihan actress pendukung World Trade Centre ini rasanya kurang pas untuk menggantikan Katie Holmes sebagai Rachel Dawes.  Kemunculannya juga terasa sedikit mengganggu kendatipun ia menjadii alasan utama kemunculan Two Face.  Namun melihat aktingnya yang standard dan parasnya yang jujur saja  ( maaf,..) kurang ayu, jelas menjadi sedikit masalah yang sedikit mengganjal.  Bagaimana dengan sang Batman sendiri…..??  Christian Bale benar-benar sedang mencapai puncaknya saat ini dengan peran terbaik sepanjang kariernya.  Tubuhnya yang semakin atletis terlihat lebih macho saat ia mengendarai sebuah motor balap gede ducati di sebuah scene.&lt;br /&gt; But, overall film ini benar-benar terasa sekali kualitasnya sebagai sajian tontonan yang menghibur dan bermutu dengan kandungan yang lumayan berat.  Berat banget untuk ukuran film adaptasi komik, dan juga tinggi sekali untuk standar sebuah film superhero.  Mungkin beberapa sutradara harus berpikir jika hendak mengangkat ikon komik ke dunia film.  The Dark Knight harus dijadikan refleksif yang mendalam jika tidak ingin filmnya nanti dicerca dan dihujani kritikan pedas.  Bahkan setelah menyaksikan The Dark Knight, Iron Man dan The Incredible Hulk bak tontonan anak-anak TK yang sangat terlihat ke’garing’annya.  Jelas ini adalah tahunnya DC comics setelah beberapa tahun sebelumnya icon-icon mereka kalah tenar dan popular dibandingkan ikonnya Marvel yang telah mendapat tempat d hati public seperti Spider-Man dan X-Men misalnya.  Jika mau dibuat sekuel keduanya pun ( dan saya harap semoga saja tidak ada rencana ke situ ),  tantangan terbesar selain memunculkan kualitas yang minimal sama dengan The Dark Knight, juga sulitnya mencari peran yang layak menggantikan Heath Ledger sebagai sang Joker.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Comparations         Iron Man The Incredible Hulk The Dark Knight&lt;br /&gt;1. The Hero         8/10               7/10          8/10&lt;br /&gt;2. Man Behind The Hero 8/10               7.5/10          8/10&lt;br /&gt;3. Hero’s Girl         8.5/10               6/10          7.5/10&lt;br /&gt;4. Plot                 7/10               6.5/10             8.5/10&lt;br /&gt;5. Special Effect 8/10               8/10          7.5/10&lt;br /&gt;6. Directoral         6/10               6/10          8/10&lt;br /&gt;7. Technist         7/10               6/10          8/10&lt;br /&gt;8. Ending         7.5/10               7/10          8/10&lt;br /&gt;9. Overal         8/10               7/10          9/10&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-4143238093761536442?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/4143238093761536442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=4143238093761536442' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/4143238093761536442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/4143238093761536442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/2008-heros-explorer.html' title='2008 : A Hero&apos;s Explorer'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-5153420351486810523</id><published>2009-01-15T02:24:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:25:55.933-08:00</updated><title type='text'>Coal Miner's Logger</title><content type='html'>Mining Film&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa yang akan anda pikirkan jika saya menyebut There Will Be Blood…..??  Jika Anda merupakan salah seorang penggemar film sejati, maka selain ingat dengan tagline film Saw III, maka pasti Anda akan menyebut sebuah judul film berkualitas yang dibintangi oleh actor watak berkaliber oscar Daniel Day-Lewis.  Film garapan Paul Thomas Anderson yang diangkat dari novel karya Upton Sinclair yang berjudul Oil tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah produk seni bernama film yang hampir memiliki kesempurnaan di setiap aspeknya.  Naskah yang kuat, penggarapan yang prima, dan tentu saja acting brilyan dari semua pemainnya membuat There Will Be Blood seharusnya mampu mengungguli No Country For Old Man dalam perebutan gelar best picture tahun 2008 lalu.  Tapi bagi saya pribadi, film berdurasi panjang tentang seorang pengusaha minyak tersebut mengingatkan saya kepada bidang pekerjaan yang sedang saya jalani saat ini, yakni eksplorasi dan mining.  Dalam film tersebut diceritakan tentang bagaimana perjalanan karier seorang Daniel Plainview dalam merintis usahanya.  Bersama seorang putra semata wayangnya, Daniel berkelana mencari areal-areal yang kemungkinan mengandung minyak di dalam tanahnya, hingga akhirnya di suatu daerah Daniel harus berselisih paham dengan seorang pastor muda setempat, Eli Suday ( Paul Dano ).  Perjalanan karier Daniel yang dirintis sejak awal, berhasil diceritakan Anderson dengan gamblang dan runtut termasuk ketika mesin bor ( baca : rig ) nya melakukan pengeboran.  Di sini lah saya mulai membandingkan teknik-teknik pengeboran minyak dan batu bara, karena kebetulan saya bergelut di eksplorasi batu bara.  Pada dasarnya keseluruhan dasar-dasar pengeboran antara mesin-mesin Daniel sama saja dengan sistem pengeboran rekan saya.  Mesin dengan tinggi sekitar 5 – 8 meter ditempatkan di wilayah yang sekiranya mengandung bahan tambang tersebut.  Untuk batu bara, biasanya mereka menggunakan mata bor yang terbuat dari intan.  Tentu saja hal ini disebabkan karena intan termasuk salah satu logam terkeras yang sanggup mengebor batuan paling keras, andesit.  &lt;br /&gt;Kumuh, kotor, dan berlumpur sudah pasti menjadi makanan tiap hari bagi orang-orang yang bekerja dengan rig pengeboran.  Hal ini juga yang saya lihat dalam There Will Be Blood.  Di situ digambarkan pula, keras dan beratnya bekerja sebagai driller.  Selain pekarjaan yang melelahkan, mereka juga harus melawan bahaya-bahaya yang mungkin timbul dari kesalahan ataupun kelalaian yang dapat mengakibatkan kecelakaan yang fatal.  Kematian juga mungkin akibat yang tidak jarang ditemui daalam aktivitas pengeboran.  Karena itulah diperluka aturan safety ( baca : keselamatan ) di tiap lokasi pertambangan.  Tambang, baik itu yang sudah produksi ataupun yang masih dalam tahap eksplorasi selalu mengedepankan hal yang namanya safety.  Kegiatan mereka dapat saja ditutup pemerintah jika terjadi sesuatu hal yang masuk dalam kategori pelanggaran berat safety, seperti kasusu kematian tadi misalnya.  Dalam There Will Be Blood mungkin belum ada yang namanya aturan safety, karena apa yang dilakukan oleh Daniel dan perusahaannya itu merupakan pengeboran awal dan itu juga terjadi dalam beberapa tahun belakang, yakni sekitar tahun 1930.  Sementara dalam North Country, kita bisa melihat beberapa pekerja dan karyawannya mengenakan helm dan baju bereflektor karena memang di situ diceritakan tentang sebuah perusahaan tambang bijih besi yang sudah berproduksi dan menggunakan berbagai macam alat berat.  Tidak seperti filmnya Daniel Day-Lewis, film yang dibintangi oleh tiga peraih gelar best actress ini lebih mengutamakan ke sisi dramalurginya yakni seputar pelecehan seksual yang dialami pekerja wanita di lokasi tambang tersebut.  Gambar-gambar seputar dunia pertambangan pun juga terlihat dikurangi oleh Niki Caro, sang sutradaranya, karena memang ia lebih focus terhadap penggalian karakter-karakter sentralnnya seperti Charlize Theron, Frances McDormand, dan Sissy Spacek, kendatipun itu juga tidak maksimal.  Beda sekali dengan There Will Be Blood, dimana di situ ditampilkan pemandangan-pemandangan seputar dunia drilling yang penuh resiko dan menegangkan.  Tak heran jika Robert Elwist sang cinematographer meraih oscar berkat kinerjanya tersebut.  Mungkin There Will Be Blood, juga film pertama setelah Coal Miner’s Daughter yang menampilkan suasana drilling dan mining dengan predikat mendekati sempurna.&lt;br /&gt;Baik There Will Be Blood ataupun North Country yang standar, saya sangat respect dengan keduanya.  Karena bagi saya kedua film tersebut membuat saya bernostalgia dengan pekerjaan saya di dunia mining.  &lt;br /&gt;Just expecting more films abaout that……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-5153420351486810523?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/5153420351486810523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=5153420351486810523' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/5153420351486810523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/5153420351486810523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/coal-miners-logger.html' title='Coal Miner&apos;s Logger'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-8596868123314945046</id><published>2009-01-15T02:19:00.001-08:00</published><updated>2009-01-15T02:22:53.888-08:00</updated><title type='text'>Letters From Bondang</title><content type='html'>It’s Wonderful Journey,&lt;br /&gt;When&lt;br /&gt;The Day The Foot Stood Still&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 10 Oktober 2008 pukul 6 pagi, dengan sebuah bis ekonomi jurusan Jogja – Purwokerto, saya mulai perjalanan panjang menuju tempat kerja, menjalani kehidupan, mengikuti takdir yang telah digariskan oleh Allah SWT.  Dari kota satria Purwokerto, perjalanan ke Bandung dilanjutkan dengan bis berbiaya sekitar 50 ribu menuju kota kembang.  Bis Aladdin yang membawa saya menyusuri jalan-jalan di jalur selatan Jawa ini ternyata masih cukup dipenuhi penumpang yang mungkin masih menginginkan untuk dapat kembali ke daerahnya di wilayah Bandung, Jakarta, dan sekitarnya.  Dengan melewatkan salah satu kewajiban utama sebagai kaum muslim, terpaksa shalat jumat yang udah secara teratur tak ikuti harus terputus demi mengutamakan sebuah perjalanan yang sebenarnya dapat dilakukan pada malamnya.  Kebetulan perjalanan masih diridhoi sehingga saya tidak mengalami perjalanan seperti para remaja dalam Final Destination yang akhirnya harus meregang nyawa dalam serentetan kejadian maut.  &lt;br /&gt;Dari Banjar, yang merupakan peralihan Jawa Tengah – Jawa Barat, Ciamis, hingga Tasikmalaya yang terkenal akan kesholehan warganya, perjalanan harus terhenti akibat antrian beberapa mobil yang cukup panjang.  Semeter demi semeter, bis Aladdin yang saya tumpangi bersama seorang ibu di sebelah yang untungnya bukan sosok wanita seperti Sandra Bullock yang jago menyamar dalam Miss Congeniality, akhirnya sampai pada sebuah titik penyebab kemacetan.  Hampir mirip seperti yang ditampilkan Paul Haggis dalam Crash, ternyata penyebab kemacetan yang cukup panjang itu adalah karena sebuah accident antara sebuah mobil dengan sebuah truck bermuatan minuman gallonan.  &lt;br /&gt;Sampai di Terminal bus Cicaheum yang merupakan pusat dari kendaraan-kendaraan dari arah timur, saya sangat bersyukur sekali karena tidak mengalami nasib seperti Tom Hanks yang terjebak tidak bisa kemana-mana dalam The Terminal.  Langsung saja tanpa shalat Ashar terlebih dahulu saya pilih sebuah angkot kosong menuju tempat persinggahan sementara di rumah kakak saya.  Sengaja saya pilih angkot kosong.  Selain agar dapat duduk di depan, saya juga ingin menikmati keindahan kota kembang dengan jelas setelah tiga bulan lebih berada di luar Jawa.  Akhirnya dengan menumpang dua angkot yang berbeda yang tentu saja keduanya tidak disopiri oleh si sopir ugal-ugalan Queen Latifah dalam Taxi, saya bisa sampai di Cigondewah, kota kecil yang tekenal dengan kain-kain indahnya.  &lt;br /&gt;Selesai istirahat sebentar, mandi, dan nyari makan keluar bersama kakak saya yang katanya juga akan merantau ke Ambon, segera saja saya memaksakan diri untuk tidur.  Sayangnya saya mengalami seperti apa yang Al Pacino alami dalam Insomnia, sulit tidur. Hingga akhirnya saya dapat tertidur sekitar pukul 1 dini hari tanpa dihantui sosok Freddy Krueger dalam A Nightmare on Elm Street…..&lt;br /&gt; Sabtu, 11 Oktober 2008 pukul 09:00 WIB, saya mulai perjalanan yang sebenarnya menuju Kalimantan.  Travel yang seharusnya menjemput pukul sepuluh, ternyata tiba lebih awal dan saya adalah penumpang pertama yang dijemput.  Senang karena menurut saya bisa duduk di depan, tapi sedih juga karena ternyata bangku depan sudah ada yang memesan.  Setelah menjemput sebuah keluarga kecil di pinggiran Kota Cimahi, travel Cipaganti yang disopiri oleh pemuda berumur kurang dari 30 tahunan yang harus disayangkan karena bukan sosok seperti Jason Statham dalam Transporter, menuju bandara Soekarno-Hatta.  &lt;br /&gt;Kota Jakarta dengan bangunan-bangunan megahnya terhampar begitu menakjubkan lewat jendela mobil saya.  Miris juga membayangkan bagaimana rasanya jika salah satu bangunan pencakar langit yang dihuni ribuan orang itu ditabrak oleh dua buah pesawat teroris seperti yang disajikan Oliver Stone dalam WTC ataupun Michael Moore dengan film satirenya Fahrenheit 9/11.&lt;br /&gt;Pukul dua lebih, saya bersama enam Laskar Pelangi yang lain yang sudah datang terlebih dahulu masuk untuk check in hingga sampai di ruang tunggu penumpang.  Sempat kesal juga saya saat sedang menunggu di luar ruang tunggu, ada seorang satpam yang menyuruh saya berhenti merokok di situ karena memang bukan pada tempatnya.  Rasa bersalah sih ada karena memang saya tidak merokok di tempat yang telah disediakan.  Tapi akan sangat senang saya jika ada Aaron Eackhart di samping saya yang pastinya akan membela hak-hak kita sebagai seorang perokok seperti dalam Thank You For Smoking.  &lt;br /&gt; Pukul 18:00 WITA, akhirnya saya sampai di bandara Syamsudin Noor di Bandjarmasin.  Mobil carry dengan ukuran yang lebih besar dan luas ternyata sudah menjemput kami, yang dengan saya jika dihitung jumlahnya mencapai tujuh orang.  Segera saja saya ingat rombongan Olive dan keluarganya dalam Little Miss Sunshine yang melakukan perjalanan panjang untuk sebuah acara perlombaan.  Bedanya kali ini perjalanan kami adalah dalam rangka tugas yang harus dijalankan dengan rasa ikhlas dan tanggung jawab.  Perjalanan malam yang panjang dan rentan bahaya tidak begitu melelahkan karena terhitung dua kali mobil saya transit sebentar untuk beristirahat di warung dan toko yang saya yakin pasti sudah menjalin kerja sama dengan pihak Maesa Travel.  Untung saja dalam perjalanan yang jika ditotal memakan waktu hampir 12 jam itu, mobil kami aman dan lancar dan tidak mengalami tabrakan mengerikan seperti yang dialami Halle Berry dalam Gothika ataupun Christina Riccci dalam Cursed, hingga akhirnya setelah melewati jembatan dari salah satu sungai terpanjang di Kalimantan, Sungai Barito, kami sampai di salah satu kota terbesar di Kalteng, Muara Teweh, tentu saja dengan letih yang tak tertahan.  Seperti halnya reuni keluarga Sarah Jessica Parker dalam The Family Stone, jumlah kami bertambah karena di penginapan tempat kami singgah sudah ada empat orang yang telah tiba terlebih dahulu.  Pukul sepuluh lewat rombongan saya yang tujuh orang harus berkurang satu karena dia harus bertugas di tempat yang tidak sejalur dengan kita.  Ismail, remaja tinggi dengan perawakan yang tidak terlalu gemuk, kesan pertama bertemu dengannya dia orang yang pendiam dan cenderung agamis.  Tapi tidak tahu apakah karakternya itu akan berubah setelah dia ikut kerja di RecsaLOG.  Saya sendiri merasa banyak berubah kea rah yang buruk semenjak gabung di perusahaan logging yang kata Mas Ud temen saya sebagai perusahaan logging nomor satu di Indonesia.  Lingkungan memang memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang.  Masih ingat juga bagaimana seorang Jodie Foster yang feminis dan pendiam berubah menjadi sadis dan ganas membantai begundal-begundal setelah kekasihnya tewas di hajar para penjahat dalam The Brave One.&lt;br /&gt;Perjalanan dengan menggunakan speed berbiaya 125 ribu rupiah itu lumayan mengasyikkan dalam jangka waktu sekitar 3 jam.  Hutan-hutan Kalteng yang masih segar perawan menjadi santapan yang lezat di tiap detik buat saya apalagi deburan ombak sungai barito yang terbelah oleh laju speed ditambah angin sejuk mengacak-acak rambut dan muka saya di tengah situasi yang menyenangkan.  Ya,.. sangat menyenangkan dan memorial sekali seperti ketika Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet berduaan di ujung haluan kapal Titanic menikmati mesranya waktu.&lt;br /&gt;Meskpin sungai Barito yang cukup besar membelah belantara hutan-hutan Kalteng yang rimbun namun tidak nampak juga ular-ular besar semacam Anaconda ataupun Phyton yang mengamuk menyerang kami.  Ngeri juga membayangkan Jennifer Lopez dan teman-temannya diterror makhluk melata paling menakutkan di muka bumi dalam Anaconda.&lt;br /&gt; Sekitar pukul 13:00 WIB sampai juga saya dan seorang teman saya di sebuah dermaga yang berdekatan dengan pelabuhan batu bara.  Pipa-pipa besar yang berisikan bahan bakar yang kabarnya untuk saat ini sedang mahal-mahalnya itu mengarah ke sebuah kapal besar yang dengan anggunnya bersandar di tepian dan siap mengarungi sungai dan lautan untuk mendistribusikan hasil tambangnya itu.  Segera saja saya teringat dengan Charlize Theron yang harus berjuang bersama para pegawai tambang wanita lainnnya untuk melawan adanya pelecehan seksual kepada pekerja wanita dalam North Country.  Perjalanan masih berlanjut dengan sebuah mobil Strada warna hitam milik perusahaan.  Tiga setengah jam waktu yang diperlukan bagi kami untuk sampai di camp yang berada tepat di tengah-tengah hutan.  Hal pertama yang saya ingat adalah saya merasa seperti kembali berada saat bertugas di Tanjung Enim, Sumatra Selatan begitu sampai di camp yang terdiri dari enam ruangan berterval.  Moga-moga saja tidak ada angin puting beliung sekencang yang dialami oleh Helen Hunt dan Bill Paxton dalam Twister.  Dan di tempat yang jauh dari peradaban inilah saya harus bertahan untuk minimalnya dua bulan agar dapat merajut masa depan menjadi sebuah kain kesuksesan.  Welcome home,……….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;many times after that,…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kenapa artikel kali ini juga saya beri judul plesetan sebuah film yang bakal di ‘remake’ akhir tahun 2008 yang berjudul The Day The Earth Stood Still….??  Karena memang hari Senin tanggal 27 Oktober 2008 ini, kaki saya benar-benar terasa mau lepas persendiannya.  Hari yang berat, seperti yang dialami Michael Douglas dalam The Game.  Bedanya dengan Douglas yang dia ternyata sedang di’kerjain’ oleh Sean Penn, saya harus menjalankan sebuah tanggung jawab sekaligus tugas yang mau gak mau harus dilakukan.  Bangun pagi dan itu pun juga dibangunkan orang,..( malu juga, masa klien harus mbangunin kontraktor..), tanpa sarapan dan mandi pagi, saya langsung meluncur ke lokasi kerja.  Kebetulan karena saya harus membawa sebuah barang yang cukup berat dengan bobot sekitar 75 kg, saya disewakan ojek   Winch adalah sebuah barang berat yang disokong oleh empat besi stainless stell dengan konstruksi mirip kubus tak berdinding yang berisi rangkaian alat-alat mesin sepert motor penggerak, kabel elektronika, dan gulungan sling yang berisi kabel baja yang diuntai dua lapis dan bagian paling dalamnya berisi empat kabel serabut tipis.  Dan sling inilah yang membuat berat winch, karena jika diulur semua, panjangnya bisa mencapai 350 meter.  &lt;br /&gt;Sekitar pukul sembilan dua ojek berangkat membawa saya dan winch tadi ke lokasi.  Saya dibonceng oleh pria bermotor Honda Supra Fit sedangkan Winch saya dibawa oleh RX King.  Sering kali motor saya ketinggalan dengan motor yang membawa winch karena tukang ojek yang membonceng saya memang bukanlah seorang Martin Handerson yang lihai bermotor dalam Torque.  Memang jika dibandingkan dengan pembawa winch tadi motor saya jelas tertinggal.  Dengan jalanan naik turun gunung dan kondisi setelah hujan, pastinya sulit buat motor kota yang saya naiki ini melaju kencang apalagi si pembawa winch tadi tampaknya memang sudah pengalaman dan kerap kali membawa penumpang melalui jalan-jalan yang butut.  Sikap dan pembawaannya yang kalem dan ramah senyum mencerminkan bahwa dia adalah seorang kepala rumah tangga yang patut diandalkan.  Hanya sekitar tiga jam bertemu dengannya, saya kagum dengan ayah dua orang anak ini.  Mendadak saya teringat dengan perjuangan Russell Crowe yang memerankan sosok nyata sebagai petinju Jim Braddock dalam Cinderella Man yang harus rela mengemis setelah karier bertinjunya ambruk.  Begitu pula dengan Will Smith dalam drama menyentuh The Pursuit of Happyness yang harus terlunta-lunta dengan putra semata wayangnya sebagai gelandangan setelah ia dipecat perusahaannya.  Perjuangan Smith, Crowe, ataupun bapak si pembawa winch tadi merupakan cerminan dari ‘the best dad’…  ..&lt;br /&gt;Setelah melintasi jalanan yang naik turun, jalan becek yang kemudian harus membuat saya berkali-kali turun dari motor dan jarak yang cukup jauh sekitar 22 km, saya cukup terhibur dengan beberapa pemandangan yang sangat memanjakan mata.  Deretan bukit-bukit hijau nan rimbun bertengger di kanan dan kiri jalan yang mungkin di Jawa sudah sulit atau malah bahkan tidak dapat ditemui lagi.  Al Gore sangat tepat ketika  mendokumenterkan An Inconvenient Truth sebagai nasehat lewat film.  Dalam film yang meraih dua piala oscar itu, dijelaskan peyebab dan akibat-akibat dari global warming yang kali ini sudah mulai muncul.  Relakah nanti anak dan cucu kita tidak dapat melihat hutan beserta spesies-spesies khas di dalamnya,….??  Mungkin itulah pesen dari film documenter tersebut.  Dan saya juga tidak rela kalau hutan-hutan di daerah ini ludes dilalap tambang dan industri-industri yang memuakkan.&lt;br /&gt; Sekitar pukul 12 siang saya sampai disebuah camp orang-orang bor dan geologist.  Tampak sekali pemandangan-pemandangan khas orang pengeboran di tengah belantara Kalimantan.  Lokasi kumuh, banyaknya pakaian-pakaian yang digantung secara tidak teratur, karung-karung yang dibentangkan dengan dua batang yang dipake buat tidur, dan dapur yang,..aduh….mungkin tidak layak disebut dapur.  Pokonya jika ada sosok seperti Julia Roberts dalam Erin Brockoviich yang concern dengan masalah sanitasi, mungkin camp itu sudah kena denda dan tutup.  Setelah istirahat sebentar, saya langsung melakukan tugas saya sebagai seorang logger.  Sekitar tiga jam, kerjaanku kelar.  Dan karena saya tidak membawa pakaian ganti, perangkat tidur, dan perlengkapan mandi, karena memang saya tidak berniat menginap,  langsung saja jam 3 tepat saya mulai perjalanan pulang.  Kali ini saya pulang tidak dengan naik ojek.  Menembus belantara hutan, melintas menyebrang sungai-sungai yang airnya jernih dan bersih namun deras, bersama dua orang teman saya, kita berjalan selama hampir dua jam.  Bayangin selama dua jam lutut saya harus terus saya alunkan agar dapat sampai base camp yang jaraknya masih jauh konco,….  Tapi sekali lagi saya juga terhibur dengan suasana perjalanan yang pasti tidak dapat ditemukan di daerah-daerah lain di Jawa.  Bahkan cinematographynya John Toll yang katanya paling indah dalam The Legends of The Fall belum bisa menyamai lukisan Sang Pencipta yang satu ini.  Sungai-sungai yang airnya sebening dan sejernih sungai surga, bahkan orang-orang local pun banyak yang meminumnya langsung.  Tapi jangan  salah, aliran sungai yang indah ini dapat berubah menjadi garang dan ganas seperti yang muncul dalam The Day After Tomorrow ataupun dalam Deep Impact.  Banjir besar dapat tiba sewaktu-waktu dan merendam berbagai makhluk di sekitarnya. ……….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-8596868123314945046?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/8596868123314945046/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=8596868123314945046' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8596868123314945046'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8596868123314945046'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/letters-from-bondang.html' title='Letters From Bondang'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-1353809382199777311</id><published>2009-01-15T02:12:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T02:19:06.503-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Choices'/><title type='text'>Bringing Down The Hobby</title><content type='html'>Waktu itu saya berumur sekitar 8 tahun ketika pertama kali menonton film Titanic.  Saya belum tahu apa-apa tentang box office apalagi tahu bahwa ternyata film yang membuat saya tercengang-cengang akan kedahsyatan visual effectnya itu menduduki tempat teratas dalam tangga film terlaris sepanjang masa di seluruh dunia.  Ya, lewat film garapan James Cameron yang melambungkan nama Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet itulah saya pertama kalinya takjub dan kagum dengan visualisasi hiburan yang bernama film.  Berikutnya saya juga terpesona dengan filmnya Stephen Spielberg yang membuat dinosaurus dan beberapa binatang purba lainnya tampak nyata dalam Jurassic Park.  Selanjutnya saya selalu anticipated dengan film-filmnya salah satu legenda sutradara yang satu ini.  Memang waktu itu saya baru menyukai dengan film-film yang komersil yang memang mengembalikan esensi sebuah film yakni sebagai tontonan yang menghibur tanpa mempertimbangkan dan menilai aspek filmis lainnya.  Baru di sekitar awal tahun 2000an, saya mulai menyukai film-film yang tidak hanya menjual secara komersil.  Saya mulai menyukai film-film yang sedikit berkualitas yang memperhatikan segala aspeknya, termasuk naskah dan karakter tokoh-tokohnya serta aspek-aspek teknis yang mendukung sebuah film menjadi tontonan yang bermutu sekaligus menghibur.  Ketika itu saya masih duduk di bangku SMP.  Memang sejak awal saya masuk SMP, saya sudah mulai menghabiskan uang jajan saya di rental film.  Saya bela-belain tidak jajan di sekolah demi agar dapat menyewa satu judul film baru yang waktu itu berharga sekitar Rp. 2500,-.  Saya tidak peduli itu merupakan film bajakan, yang baru sekarang saya sadari bahwa pekerjaan yang paling nista di dunia ini adalah seorang pembajak ( ….padahal saya juga seorang pemakai software bajakan, tapi untuk film, sudah saya coba untuk menonton dan mengoleksi yang originalnya ).  Pokoknya nafsu dan keinginan saya rasanya terpenuhi dan terpuaskan seusai menyaksikan sebuah judul film.  &lt;br /&gt; Pertama kalinya saya kagum dan appreciated dengan Gladiator yang menggabungkan unsur komersialitas dan kualitas dalam sebuah tontonan yang menjadikannya sebagai tontonan berkelas.  Lewat film pemenang oscar yang dibintangi oleh Russell Crowe itulah saya mulai rutin menanti-nanti ajang tahunan akbar di dunia perfilman yang ditunggu-tunggu penikmat film lainnya, yakni Academy Awards.  Meskipun ajang tersebut sedikit lebih komersil dibandingkan dengan ajang penghargaan film-film lainnya, tapi hingga detik ini saya selalu menunggu-nunggu pagelaran tahunan yang diselenggarakan di Negara Paman Sam itu.  Bahkan, bukannya sombong, saya semakin expert dengan Oscar termasuk pemenang-pemenang dan nominasi-nominasinya yang meliputi actor, film, sutradara, naskah, dan teknis film lainnya.  Lebih jauh lagi, saya sekarang sedang berburu mengoleksi film-film bertemakan oscar.  Mungkin film-film itu gak komersil dan orang-orang juga jarang yang tahu, tapi buat saya sekarang film-film oscar dan film-film festival yang lain adalah sebuah hiburan tersendiri yang tidak dapat diperoleh dari media lainnya.  Dan seperti halnya music, film adalah bahasa universal yang tidak akan punah hingga matahari nanti terbit dari sebelah barat.  Dan saya sendiri telah menjadikan menonton, menganalisa, mengomentari, dan mengoleksi sebuah film menjadi hobby saya yang nomor satu.  Hobby yang mungkin akan tetap bertahan sampai kapan pun.  Hobby yang mungkin tetap saya utamakan dari pada pacar ataupun istri, dan hobby yang akan saya promosikan kepada teman-teman dan rekan saya yang lain.  &lt;br /&gt; Dan lewat media ini, saya berusaha untuk menyalurkan hobby saya tersebut dan membaginya kepada teman-teman yang mungkin juga sama maniaknya dengan film seperti saya.  Tentu saja saya mengharapkan forward dari siapa-siapa saja yang mengunjungi ‘rumah’ saya ini.&lt;br /&gt; Karena umur saya yang masih sangat hijau, memang saya belum bisa disebut master.  Dan dengan umur sekitar 22 tahunan, perbendaharaan saya tentang film juga masih minim apalagi jika dibandingkan dengan Sdr. Anton Adianto, seorang wartawan film yang membidani majalah M2 ( Movie Mothly ) langganan saya, atapun Roger Elbert, salah satu kritikus film nomor satu dunia.  Dengan perbendaharaan dan daftar tonton film saya yang masih sedikit itu, saya mencoba menyusun 10 besar apa-apa yang menjadi favorit saya untuk film, pemain, dan sutradara.  Pilihan-pilihan ini bersifat subyektif dan kalau kata anak gaulnya ‘gue banget githu..’.  Tapi mudah-mudahan favorit-favorit saya ini bisa sedikit memberi informasi kepada Anda sehingga Anda dapat menilai movie freak seperti apa saya ini.  Untuk film favorit, mungkin daftarnya belum berjumlah sepuluh, karena memang saya baru menemukan sekitar 7 film yang membuat saya terkesan selama 22 tahun ini.  Dan juga sewaktu-waktu daftar top ten ini juga dapat berubah….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TOP 10 FAVORITE MOVE &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. The Sixth Sense&lt;br /&gt; Satu-satunya film thriller bertemakan horror yang masuk daftar top 10.  Disutradarai oleh M. Night Shyamalan, yang katanya dijuluki sebagai young Alfred Hitchchook, film yang dibintangi oleh Bruce Willis dan Haley Joel Osment ini memanfaatkan timing dan situasi yang tepat untuk mengejutkan penonton.  Dan puncaknya penonton benar-benar teerkejut di akhir kisah saat mengetahui jati diri Bruce Willis yang sebenarnya.  Bodohnya mereka yang tidak memperhatikan dan mengamati fakta-fakta yang sebenarnya tergambar dengan jalas di sepanjang film.  Salah satu film genius yang tidak akan dapat dibuat ulang ini lah yang melambungkan nama sang sutradara keturuan India ini.  Sayangnya Shyamalan seperti mengalami kutukan karena semenjak The Sixth Sense, kualitas dan performanya segera menurun.  Berturut-turut mulai dari Signs, Unbreakble, dan puncaknya Lady in The Water mendapat kritikan negative dari para penggemar film termasuk juga film terbarunya di tahun 2008 The Happening.  Tapi Anda wajib menyaksikan film pertamanya ini dan Anda akan benar-benar kaget dengan penggarapan brilyannya.  “I see dead people…..” ungkapan yang dilontarkan Osment kepada Willis ternyata bukan perkataan sembarangan dan menjadi kunci utama film sekaligus menjadikannya sebagai salah satu movie quotes terbaik dalam dunia perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Finding Nemo&lt;br /&gt; Lewat film inilah saya menjadikan Pixar sebagai rumah produksi film favorit.  Saya memang belum pernah menyaksikan dua judul Toy Story dan A Bug’s Life, namun semenjak menonton Finding Nemo, saya selalu menanti-nanti karya Pixar setiap tahunnya.  Seperti halnya film tentang seekor ikan yang menjelajah samudra mencari anaknya itu Pixar selalu pandai dalam meramu kisah yang penuh akan nilai moralitas dan humanis yang digabungkan dengan teknologi animasi mutakhir yang menjadikan film animasi bukanlah santapan anak-anak lagi.  Hal ini terlihat pula dalam karya-karya mereka selanjutnya seperti The Incredibles, Cars, Ratatouille, Monsters Inc, ataupun karya terbarunya Wall-E.  Sentuhan tangan dingin para sutradara kreatifnya membuat film-film Pixar selalu dinanti dan dihujani beragam kritik positif.  Khusus untuk Finding Nemo, selain meraih hasil komersil yang tidak sedikit ( menurut informasi, film ini menggantikan The Lion King sebagai film animasi pengumpul dollar terbanyak ), film yang menampilkan keindahan laut secara animatif ini juga sangat cerdas dari segi naskahnya.  Di tulis dan disutradarai Andrew Stanton, kisah petualangan Nemo dan ayahnya ini mampu mencampuradukan beberapa emosi yang dipadu dengan tingkah kocak karakter-karakter d idalamnya terutama si ikan Dori yang diisisuarakan secara khas nan centil oleh Ellen Degeneres.  Finding Nemo adalah suguhan animasi berkelas yang penuh nilai renungan dan inspirasi yang menjadi tonggak munculnya animasi-animasi berkualitas di setiap aspeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dead Poets Society&lt;br /&gt; Filmnya Robin Williams ini memang standar meskipun meraih piala oscar best original screenplay.  Tapi siapa yang mengira, dan bahkan saya sendiri tidak menyangka.  Jujur, mata saya sempat berkaca-kaca menyaksikan ending kisah yang dramatis dalam Dead Poets Society.  Siapa yang rela jika guru pembaharu seperti sosok yang diperankan oleh Williams yang telah mengubah pandangan dan mendorong murid didikannya untuk segera menggapai masa depan lewat jalan dan bakat terpendan yang ada dalam dirinya harus berhenti mengajar karena perbedaan prinsip dengan sekolah tersebut.  Bahkan murid-muridnya harus melarang Williams pergi dengan cara naik ke atas meja.  Benar-benar sangat menyentuh………Bagi pecinta film India, mungkin kisah seperti di atas sudah tidak asing lagi.  Mohabbatain yang dibintangi Shahk Rukh Khan dan Amitabh Bachan sepertinya terinspirasi oleh film garapan Peter Weir tersebut.  Bedanya, film yang juga dibintangi oleh Ethan Hawke ini dipenuhi beberapa quotes yang menggugah dan motivatif.  Ungkapan ‘Sieze the Day , make your life extraordinary,…’ yang dilontarkan guru Keating kepada muridnya terus terngiang-ngiang dengan jelas hingga kini.  Begitu dalam, begitu maju, dan begitu memorable.  Demikian pula dengan ‘Carpe Diem’ yang jika diterjemahkan menjadi ‘raihlah masa depan’….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. The Dark Knight&lt;br /&gt; Setelah menonton sekuel film Batman versi terbaru ini, saya segera menempatkannya di urutan 7 film-film favorit saya.  Bukan karena film ini hampir menyalip Titanic dengan berada di urutan dua dalam tangga Box Office, lebih karena ke’genius’an penggarapan dan filmnya sendiri.  Untuk film bergenre superhero, bisa dikatakan film ini yang terbaik.  Bahkan Spider-Man 2 yang sebelumnya menjadi tontonan hero terbaik, harus mengalah dengan filmnya Christopher Nolan ini.  Jika selama ini film-film superhero cenderung ringan dan komersil, maka The Dark Knight membuat suatu standar yang terlalu tinggi untuk sebuah film adaptasi komik.  Naskahnya sendiri dibuat rumit dan berlika-liku serta tidak semudah yang dipikirkan para penontonnya dan juga dengan menculnya beberapa twist dan adegan-adegan yang mengejutkan selama rentang waktu 2.5 jam.  Filmnya yang memang sudah pintar, ditambah dengan acting para pemainnya yang dapat dikatakan brilyan terutama untuk si pemeran joker, alm Heath Ledger.  Jadi, semoga saja film ini menjadi semakin sempurna dengan memenangkan oscar sebagai  film pertama peraih best picture untuk film bergenre superhero.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Belum Ada Judul&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Crash&lt;br /&gt; Siapa yang tidak ingin menyaksikan sederet bintang tenar bermain dalam satu judul film.  Seperti halnya Sin City dan The Departed, Crash juga menarik minat penonton dengan memajang Sandra Bullock, Brendan Fraser, Thandie Newton, Ryan Philippe, Matt Dillon, Don Cheadle, Terence Howard, Ludacris, dan lainnya.  Tapi siapa juga yang menyangka bintang-bintang top di atas bermain dalam sebuah drama berat yang menjual nilai-nilai humanis.  Film arahan Paul Haggis ini memang kuat dari segi penokohan dan naskah.  Bagaimana tidak, film ini menyajikan cerita dari berbagai sudut pandang dari beragam etnis dengan satu tema dan tujuan akhir yang sama, yakni seputar friksi rasial.  Tidak komersil, namun apa yang ditampilkan oleh penulis naskah jempolan ini bakalan terus diingat oleh kita sebagai pecinta film.  Jika Anda adalah seorang penggemar film-film bermutu yang dalam dan menyentuh, film pemenang oscar ini adalah pilihan yang tepat.  Dan untuk sebuah film yang meraih gelar best picture oscar, mungkin film multiplot bergaya flashback ini mencatatkan rekor sebagai film yang menggunakan kata f**k paling banyak.  Satu lagi, tembang In The Deep di akhir cerita juga terasa sangat ‘..deep…””&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. The Shawshank Redemption&lt;br /&gt; Diangkat dari salah satu novel Stephen King, film ini digdaya dari segi alur kisahnya.  Frank Darabont yang ‘hobby’ mengadaptasi novel-novel salah satu penulis fenomenal ini dengan fasih dan gamblangnya menerjemahkan inti kisahnya seputar pelarian orang yang tidak bersalah dan harus mendekam dalam penjara dengan perjuangan keras dan menyentuhnya.  Tercatat Darabont sudah memvisualisasikan novel-novel King paling tidak sebanyak tiga kali, termasuk The Green Mile dan The Mist.  Sesuai novelnya, kisah pelarian tahanan tak bersalah yang diperankan dengan apik oleh Tim Robbins tersebut diceritakan dengan cukup dramatis dan bersahaja.  Dengan bantuan rekan sepenjaranya yang diperankan juga dengan atractif  oleh Morgan Freeman,  Robbins berjuang sedikit demi sedikit menggali lobang dindingnya agar dapat lolos.  Mungkin di antara novel-novel King yang berhasil dilayarlebarkan, The Shawshank Redemption adalah yang terbaik dan bahkan IMDB sempat menempatkannya di urutan pertama dalam daftar Top 250 Movie nya.  Sayangnya, film yang sebetulnya bisa dibilang sempurna di segala aspeknya ini, seperti dianaktirikan di pagelaran oscar.  Tak ada satu pun piala oscar yang mampir dalam film berbobot ini.  Bahkan Tim Robbins tidak masuk nominasi actor terbaik dengan peran tokoh geniusnya itu.  Sementara Morgan Freeman sebetulnya saya harapkan dapat piala oscar lewat film ini.  Terbukti ajang penghargaan Academy Awards tidak dapat menjadi tolak ukur film-film bermutu.  The Shawshank Redemption adalah contoh film wajib tonton yang tidak harus memperoleh piala apapun untuk mendapatkan julukan sebagai sebuah sajian bermutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Little Miss Sunshine&lt;br /&gt; Fun adalah ungkapan yang pantas ditujukan kepada film peraih best original screenplay ini.  Sebuah kisah satire tentang dysfunctional family disajikan dengan kocak, indah, fresh, sekaligus menyentuh oleh Jonathan Dayton dan Valerie Faris sebagai sang sutradaranya.  Sebuah keluarga ‘aneh’ dengan anggota-anggotanya yang ‘nyleneh’, mendadak harus melakukan sebuah family trip yang sama sekali tidak mereka inginkan.  Dan mendadak keadaan keluarga mereka berubah total seratus delapan puluh derajat selama perjalanan tersebut melalui rentetan-rentetan peristiwa yang sama sekali tidak mereka bayangkan sebelumnya.  Dibandingkan Juno yang juga meraih naskah terbaik oscar, Little Miss Sunshine terasa lebih mengesankan dan mengena dengan jalan cerita yang kokoh.  Semua karakter pemainnya meski agak ‘ngaco’ namun tetap diingat, seperti Greg Kinnear sebagai ayah yang tidak pernah mau mengenal kata ‘kalah dan menyerah’ dalam hidupnya, Toni Collette sebagai ibu perokok yang selalu kontra dengan pendapat suaminya, Abigail Bresclin sebagai anak perempuan gemuk multi talent yang tiba-tiba terpilih sebagai salah satu kontestan dalam ajang ratu kecantikan Little Miss Sunshine, Paul Dano sebagai kakak yang sudah ‘puasa ngomong’ bertahun-tahun sejak tidak diterima di kepolisian, Steve Carrell sebagai paman guy yang baru keluar dari pusat rehabilitasi, dan Alan Arkin sebagai kakek cabul yang mengajarkan tarian striptease kepada cucunya yang diperankan oleh Breslin.  Anehnya Arkin justru meraih oscar lewat peran konyolnya ini.  Namun kesemuanya berhasil diramu menjadi naskah yang brilyan dan cerdas oleh Michael Arndt dan disajikan kedalam tontonan ringan namun berisi ( bingung ya,…?? ) yang berhasil menggabungkan macam-macam emosi selama sekitar dua jam.  One of the most beautiful and funny film ever made that you have to see……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. American Beauty&lt;br /&gt; Krisis kepribadian bisa terjadi pada siapa saja dan di usia berapa saja.  Melalui Ameracan Beauty, sutradara Sam Mendes ingin menunjukkan bahwa krisis kepribadian bisa terjadi di usia 40an melalui sebuah potret buram salam satu keluarga America.  Meskipun kisahnya hanya fiksi, namun apa yang dialami oleh Lester Burnham yang dimainkan dengan sempurna oleh Kevin Spacey dapat terjadi pada siapa saja dalam rentang usia sekitar itu.  Dibenci anak, karier pekerjaan yang ambruk, istri yang sudah bosan, dan lingkungan yang jauh dari keindahan seolah-olah membuat Burnham ingin bunuh diri saja.  Mendes memberi contoh lewat karakter Burnham agar meraih kebahagiaan pribadi selama kita masih hidup di umur berapa pun, melewati krisis paruh baya yang dapat terjadi pada siapa saja dan membebaskan diri kita dari ketidakbahagiaan.  Menyaksikan drama berkelas yang satu ini akan membuat kita instropeksi diri sejauh mana keterlibatan kita sebagai bagian dari sebuah keluarga yang seharusnya saling mensupport dan menyayangi agar keluarga kita dapat berdiri kokoh dan tidak menjadi salah satu broken home family.  Didukung permainan cantik dari semua karakter di dalamnya, Mendes meramu kisah dysfunctional ini menjadi totonan yang sarat makna dan bahan perenungan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. The Lord of The Rings&lt;br /&gt; Inilah salah satu karya film yang mampu menggabungkan kualitas dan nilai komersialitas ke dalam satu wadah.  Diangkat dari novel klasik J.R.R Tolkien, film yang dirilis secara kontinu selama tiga tahun di musim gugur ini, menjadi salah satu epic dan trilogy yang tercatat dalam sejarah perfilman sebagai salah satu maha karya besar seperti halnya epic Star Wars ataupun trilogi The Godfather.  Film garapan Peter Jackson ini juga menjadi pioneer pengangkatan novel-novel action-adventure ke dunia layer lebar kendatipun hingga kini belum ada yang menandingi atau minimalnya menyamai secara kualitas.  Tidak seperti Harry Potter atau yang lainnya, Peter Jackson telah menetapkan standar yang tinggi untuk visualisasi novelnya sehingga tanpa membaca novelnya orang awam pun akan tertarik dan memfavoritkan film yang dipenuhi bintang-bintang tenar ke dalam daftar film kesukaannya.  Menceritakan tentang upaya pembuangan sebuah cincin mistik ke sebuah kawah api oleh sekumpulan orang yang menamakan dirinya sebagai The Fellowship of the Rings.  Empat orang hobbit muda Frodo, Sam, Merry, danPippin, seorang ranger yang belakangan diketahui ternyata adalah putra mahkota sebuah kerajaan besar, Aragorn, si elf pemanah, Legolas, seorang dwarf pendek nan gemuk, Gimly, dan Gandalf sang white witch harus melakukan perjalanan panjang menjelajah Middle Earth dan menghadapi serangkaian bahaya yang dilancarkan oleh sang pemilik cincin yang tidak ingin cincin saktinya dihancurkan.  Persahabatan, cinta terlarang, pengkhianatan, pertempuran besar, dan dunia magis, siapapun Anda, seorang moviefreak atau bukan, Anda akan menganggap film  berdurasi total sekitar 9 jam ini dalah film besar yang wajib ditonton dengan acungan jempol di akhir kisahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanpa bermaksud subyektif, setelah hobby menonton film saya lahir, saya mempunyai pilihan favorit untuk actor, aktris dan sutradara tentunya.  Sutradara film memegang peranan yang penting di dalam penggarapan sebuah film.  Seperti halnya wayang kulit, ia lah dalang dari semuanya agar penonton rela menunggu di depan layar hingga kredit title muncul.  Sementara actor dan aktrisnya itulah wayang-wayang yang harus memainkan perannya dengan baik sesuai arahan sang dalang.  Dan berikut ini akan saya paparkan wayang-wayang dan dalang-dalam yang selama sekitar 20 tahun mampu membius dan menarik hati saya serta membuat saya takjub dengan hasil karya dan permainan aktingnya.  Di jaman saya mungkin nama-nama fenomenal seperti Katherine Hepburn, Vivien Leigh, Orson Welles, Steve McQueen, Marlon Brando, ataupun Alfred Hitchook sudah tidak produktif atau malah bahkan sudah tiada, namun sebagai gantinya akan saya pilihkan masing-masing sepuluh nama dengan kapabilitas acting dan penggarapan film yang mumpuni.  Here they are…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACTOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Chris Evans&lt;br /&gt; Untuk saat ini salah satu anggota Fantastic Four ini mungkin masih bocah, namun dipastikan kariernya akan tetap eksis selama puluhan tahun ke depan.  Bukan cuma tampangnya saja yang menjual, aktingnya juga lumayan kok, coba simak kiprahnya dalam Cellular bersama peraih oscar Kim Bassinger.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Will Smith&lt;br /&gt; Di kenal sebagai mesin pencetak dollarnya Hollywood, nama Will Smith sudah bukan ‘barang’ aneh lagi di dunia film.  Mulai dari film drama menyentuh, film-film berat, action, animasi, hingga thriller, semua berhasil diblockbusterkannya.  Aktingnya juga teruji dengan pernah dinominasikan dua kali sebagai actor terbaik oscar lewat peran ambisiusnya dalam Ali dan peran memelasnya dalam The Pursuit of Happyness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Paul Walker&lt;br /&gt; Sejak pertama tenar lewat The Fast and The Furious, actor yang dikenal sebagai Steve McQueen masa kini ini langsung menduduki tempat di jajaran actor-actor laga.  Selain postur dan wajah yang menunjang sebagai idola public, aktingnya dalam Running Scared dan Eight Below juga patut diperhatikan bahwa actor asal California ini tidak hanya jualan tampang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ewan McGregor&lt;br /&gt; Actor segala bisa.  Mungkin itulah julukan yang pas buat pemeran Obi Wan Kenobi dalam trilogy Star Wars ini.  McGregor telah menunjukkan kualitas aktingnya dalam Big Fish, berlelah-lelahan bersama Scarlett Johanssons dalam The Island, hingga dua kali menyanyi masing-masing bersama Nicole Kidman dalam drama musical berkelas Moulin Rouge serta bersama Renee Zellweger dalam film ringan Down With Love.  Untuk tahun 2009, patut ditunggu pertemuan pertamanya dengan Tom Hanks dalam film yang masuk daftar tunggu saya, Angels and Demons&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Keanu Reeves&lt;br /&gt; Menempatkan Keanu Reeves di posisi 6 adalah pilihan yang subyektif mengingat actor ini saya sukai karena hanya perannya dalam trilogy The Matrix yang harus saya akui sangat cool dan keren. Kerap berkhayal juga jika saya lah yang memerankan Thomas “Neo” Anderson dengan jubah dan kaca mata kerennya itu.  Gak mungkin….??  Dengan perawakan yang sama kurusnya, sepertinya mungkin kok….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kevin Spacey&lt;br /&gt; Siapa yang lupa dengan ungkapan fenomenalnya dalam The Usual Suspect “ The greatest  trick the devil ever pull was convincing the world he didn’t exist “…..??  Salah satu movie quote memorable dalam film di mana actor watak ini  meraih piala oscar pertamanya.  Begitu pula dengan acting brilyannya dalam The Negotiator dan The Shipping News.  Sosok Lex Luthor dalam Superman Returns pun tidak kalah populernya dengan sang Superman sendiri yang diperankan oleh Brandon Routh.  Namun sosok Lester Burnham dalam American Beauty lah yang menjadi peran terbaiknya sepanjang masa.  Lewat film cerdas peraih best picture oscar tersebut karakter seorang ayah yang mengalami krisis di masa paruh baya berhasil dibawakan dengan gemilang bersama sederat bintang-bintang berkelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Robert DeNiro&lt;br /&gt; Mewakili nama actor veteran, pemeran Jake La Motta dalam Raging Bull ini rasanya patut jadi pilihan.  Seperti halnya Al Pacino dan Jack Nicholson, nama Robert DeNiro begitu membumi dalam dunia perfilman serta menjadi jaminan sebuah tontonan yang bermutu.  Mungkin tidak ada pecinta film yang tidak dapat menyebutkan minimal tiga film yang dibintanginya, kendatipun dia seorang yang awam dengan film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Russell Crowe&lt;br /&gt; Kendatipun sosok Maximus dalam Gladiator masih melekat dalam diri actor Australia ini, tapi siapa yang dapat melupakan acting cemerlangnya dalam A Beautiful Mind….?  Film ringan seperti 3:10 To Yuma dan A Good Year sekalipun menjadi menarik dengan kehadiran actor yang kadung dicap sebagai bad guy ini.  American Gangster juga menjadi pembuktian bahwa nama Russell Crowe masih menjual dengan kemampuan acting yang semakin terasah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.  James McAvoy&lt;br /&gt;  Jika ditanya siapa actor muda yang paling cerah karier ke dapannya, mungkin nama James McAvoy dapat menjadi pilihan.  Tidak seperti kebanyakan actor muda lainnya yang membintangi film-film ringan dan komersil untuk melejitkan kariernya,  actor Scotlandia ini ‘PeDe’ dengan film-film indienya yang lebih mengasah kemampuan aktingnya dan terkesan jauh dari komersil.  Hanya The Lion, The Witch, and The Wardrobe dan Wanted lah yang mungkin tergolong komersil.  Untuk film yang disebutkan pertama itu pun, McAvoy hanya kebagian peran kecil.  Namun begitu muncul mendampingi Forest Whittaker dalam The Last King of Scotland,  actor muda bermata biru ini mulai dicap sebagai actor watak muda masa kini.  Apalagi selanjutnya film-film drama berkualitas cenderung menjadi pilihannya mulai dari Becoming Jane hingga Atonement yang maeraih banyak nominasi oscar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Denzel Washington&lt;br /&gt; Tidak ada actor yang disetiap film-filmnya selalu menjadi nyawa dan inti dari film itu sendiri selain nama Denzel Washington.  Entah kenapa setiap melihat film-filmnya, saya pribadi benar-benar terhipnotis dengan skill aktingnya yang harus saya katakan sangat kharismatik dan mengesankan.  Peraih oscar lewat Training Day ini benar-benar menunjukkan bahwa ketotalan dalam memainkan setiap karakter yang ia pilih adalah segalanya.  Tak heran jika film-film yang dibintanginya merupakan film-film berat dengan kualitas jalan cerita yang jempolan dan sedikit bertema berat.  Jika belum menyaksikan Training Day ataupun Glory di mana actor berpostur tegap ini meraih oscar, perannya dalam The Hurricane, The Manchurian Candidate, Man On Fire, Inside Man, American Gangster, ataupun De Javu cuga pantas untuk dicoba untuk membuktikan bahwa menempatkan actor kulit hitam ini di urutan satu adalah keputusan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ACTRESS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Cameron Diaz&lt;br /&gt; Imajinasi masa kecil lah yang membuat nama salah satu pemeran Charlie’s Angels ini tetap dipertahankan dalam top 10.  Kebanyakan dan hampir semua filmnya adalah film-film ringan tanpa dibarengi kemampuan acting dan penggarapan yang prima.  Tapi saya tidak dapat melupakan masa kecil ketika saya benar-benar jatuh cinta dengan nama seorang Cameron Diaz, sang pemilik kaki dan mata indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Jennifer Garner&lt;br /&gt; Meskipun Juno tidak dapat menampilkan skill acting pemeran Elektra dalam Daredevil ini, tetapi nama Jennifer Garner cukup menjanjikan jika harus bermain dalam film action bertensi tinggi dan menegangkan untuk versi ‘cewek’.  Actress jebolan serial Alias ini sangat ahli dalam memainkan peran-peran sebagai wanita tangguh tak terkeculai dalam film standar The Kingdom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Catherine Zeta-Jones&lt;br /&gt; Entah apapun filmnya nama Catherine Zeta-Jones sungguh telah memikat dengan pesonanya yang benar-benar rupawan.  Seperti saya pribadi, saya yakin tidak ada lelaki yang tidak mengakui kecantikan istri Michael Douglas ini.  Tapi jangan salah, kemampuan actingnya juga telah ia buktikan dengan meraih oscar sebgai best supporting actress dalam Chicago berkat perannya sebagai &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kate Beckinsale&lt;br /&gt; Paras eksotisnya menjadi pemikat utama dalam setiap film yang ia bintangi.  Sangat pas jika pemeran Underworld ini memainkan wanita-wanita klasik terdahulu seperti saat ia memerankan Ava Gardner, salah satu gadisnya Howard Hughes dalam The Aviator.  Begitu pula ketika ia menjadi rebutan Ben Affleck dan Josh Hartnett dalam Pearl Harbour.  Wajah klasiknya menjadi daya tarik utama actress yang juga membintangi Vacancy bersama Luke Wilson ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jesscia Alba&lt;br /&gt; Sexy, sexy, dan sexy,…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Charlize Theron&lt;br /&gt; Cantik, tinggi, manis, didukung oleh skill acting yang jempolan, nama Charlize Theron mulai dikenal sebagai calon pengganti aktris-aktris watak yang telah uzur.  Performa brilyannya dalam Monster mungkin menjadi salah satu peran terbaik tokoh nyata dalam dunia perfilman.  Didukung make up jempolan, mantan model cantik asal Afrika Selatan ini berubah 360 derajat dengan tampilan yang begitu menjijikan dan kumuh dalam memainkan peran pembunuh berantai wanita Aileen Wourouns.  Aktingnya begitu prima dan total hingga oscar tak segan menghadiahinya gelar best actress.  Jika ingin lebih komersil The Italian Job dan Trapped layak dijajal asal jangan Aeon Flux yang mungkin jadi filmnya yang paling gagal.  Begitu pula dengan Sweet November, film romantis yang mempertemukannya dengan Keanu Reeves.  Sementara North Country kembali mengasah kemampuan acting seorang actress yang memulai kiprahnya di dunia film lewat film adventure Mighty Joe Young&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zhang Ziyi&lt;br /&gt; Manis dan mematikan.  Inilah ungkpan yang pantas ditujukan bagi legenda Asia saat ini.  Zhang Ziyi mampu memadukan sosok yang cantik sekaligus garang dalam film-film Asia.  Pesona Asia nya tetap melekat di tiap peran yang ia mainkan.  Sementara Jasmine Woman, Memoirs of Geisha, dan The Road Home adalah bukti bahwa aktris sexy ini suatu saat nanti patut digelari best actress oscar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Renee Zellweger&lt;br /&gt; Mulai mengenal actress chubby ini justru setelah menang oscar lewat Cold Mountain dengan acting naturalnya.  Dan ternyata performanya di Chicago juga tidak kalah memukaunya.  Sedangkan di Jerry Maguire,  kecantikannya benar-benar menjadi sajian utama bersama Tom Cruise.  Sayang, kariernya saat ini sedang menurun.  Tapi tak masalah karena Renee Zellweger adalah seorang multitalented yang mampu memainkan tiap karakter perannya dengan meyakinkan kendatipun itu dalam film murah dan standar seperti Miss Potter.  Jika Anda masih tetap penasaran coba cari Bridget Jones’ Diary, film komedi dengan daya pikat sang Zellweger…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keira Knightley&lt;br /&gt; Bodynya tidak semontok Jessica Simpson.  Parasnya juga tidak seayu Scarlett Johannsons, tapi dibalik tubuh kurus jangkungnnya, terdapat pribadi seorang actris yang total dalam berakting.  Inilah actress watak muda yang mampu melakoni berbagai peran dengan gemilang.  Nominasi oscar pertamanya lewat Pride and Prejudice yang ia lanjutkan dengan peran dalam drama berkelas nominator oscar Atonement membuktikan bahwa aktris Inggris ini tidak hanya mampu bermain film action seperti yang ia tunjukkan lewat trilogy Pirates of the Caribbean, King Arthur, ataupun Domino.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cate Blanchett&lt;br /&gt; Mungkin setelah era Katherine Hepburn, Glen Close, ataupun Meryl Streep, nama Cate Blanchett segera muncul ke depan di jajaran actress-actress watak kharismatik.  Bisa dibilang tidak ada peran yang tidak mampu dibawakan aktris Australia ini.  Jenius acting.  Mungkin itulah ungkapan yang paling pantas buat peraih oscar lewat The Aviator ini.  Kendatupun baru meraih oscar satu kali dan itu pun sebagai supporting actress, namun cukup banyak film-film menyajikan acting brilyannya.  Dua kali sempat dinominasikan sebagai actress terbaik lewat perannya sebagai Ratu Inggris, Elizabeth I,  Dan sebagai supporting actress lewat Notes on a Scandal bersama Judi Dench.  Setiap peran yang ia bawakan selalu berkelas, meninggalkan kesan, dan sangat memorable.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIRECTOR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Adam Shankman&lt;br /&gt; Spesialis film-film komedi yang tidak hanya mengumbar kekonyolan namun diimbangi dengan naskah cerita yang tidak kacangan dan penggarapan yang tidak standar.  Bringing Down The House, The Pacifier, dan Cheaper By the Dozen 2 adalah contohnya.  Satu lagi, Adam Shankman juga harus diacungi dua jempol saat menggarap Hairspray.  Film musical remaja ini ternyata memiliki muatan tema yang lumayan berat yakni seputar rasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Roland Emmerich&lt;br /&gt; Meskipun dicap gagal dengan 10,000 B.C nya, namun trademark sebagai sutradara film-film disaster yang penuh efek-efek mencengangkan rasanya tidak dapat dilepas dari diri Roland Emmerich.  Lagi pula belum ada sutradara lain yang mempunyai spesialisasi tersebut.  The Patriot dan Universal Soldier mungkin upayanya untuk memperkenalkan diri di industri perfilman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Quentin Tarantino&lt;br /&gt; Orang-orang boleh mengatakan Quentin Tarantino sebagai sutradara jenius yang pernah ada berkat penceritaan non-linearnya lewat Pulp Fiction.  Dan memang benar adanya.  Sutradara yang satu ini kerap menerobos batas konvensional dalam membuat karya seni bernama film dengan hasil yang pastinya mendapat acungan jempol di mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.  Ridley Scott&lt;br /&gt; Sebagai salah satu harta karun Hollywood, nama Ridley Scott juga menjadi jaminan akan film-film berkelas dan berbobot.  Lupakan A Good Year dan Matchstick Men yang not so good, tapi simaklah Blade Runner, American Gangster, Alien, ataupun yang paling popular Gladiator, Anda akan menemukan film-film bermutu karya dari seorang tangan dingin yang tak lain adalah saudara kandung dari Tony Scott.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Paul Greengrass&lt;br /&gt; Penggarapan yang serius dan cepat yang dibarengi dengan editing sempurna, menjadi ciri dari sutradara yang mungkin belum begitu familiar di kalangan orang kebanyakan.  Film pertamanya United 93 bahkan segera menobatkannya sebagai salah satu nominator oscar.  Jika The Bourne Supremacy belum cukup membekas, meskipun sudah menampilkan adegan-adegan sulit dan seru, maka Paul Greengrass membayarnya dengan membuat The Bourne Ultimatum menjadi lebih berat dan bertensi tinggi.  Best Sound, Best Sound Mixing, dan yang paling penting Best Editing segera diraih oleh film yang dibintangi oleh Matt Damon ini.  Sangat pantas jika menyebut film-filmnya full action yang berirama cepat namun tidak ‘kebablasan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rob Marshall&lt;br /&gt; Sutradara spesialis teknis.  Itulah gelar yang pantas buat seorang Rob Marshall.  Aspek teknis dalam pembuatan sebuah film menjadi bagian yang sangat diperhatikan oleh sutradara yang debut awalnya Chicago ini sukses luar biasa di panggung oscar.  Memoirs of Geisha semakin mematenkan jabatan tersebut dengan meraih oscar untuk cinematography, tata artistic, dan make up terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. M. Night Shyamalan&lt;br /&gt; Oke lah filmnya akhir-akhir ini atau malahan semua karyanya setelah The Sixth Sense dapat dikatakan gagal, namun apa yang ditampilkan sutradara asal India dalam film yang dibintangi oleh Bruce Willis itu adalah sebuah karya yang sangat genius dan dipastikan tidak akan dapat dibuat ulang.  Dan M. Night Shyamalan lah nama di belakang film horror terbaik itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ron Howard&lt;br /&gt; Gaya penuturan film yang cenderung mendayu-dayu tidak lantas membuat film tersebut menjadi tidak layak tonton.  Di tangan Ron Howard film tersebut akan menjadi karya bermutu yang pastinya disukai kritikus film dan siap berkompetisi di berbagai ajang festival film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sam Mendes&lt;br /&gt; Baru tiga film yang ia buat, namun kesemuanya adalah karya-karya orisinil yang penuh power dalam setiap aspeknya.  American Beauty yang cerdas tapi tidak menggurui, Jarhead yang konyol tapi realistis, serta Road To Perdition film noir yang ternyata menyentuh karena adanya hubungan ayah anak yang cukup dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Alejandro Gonzalez Inarittu&lt;br /&gt; Tidak banyak yang mengenal namanya sebelum Babel meraih penghargaan di mana-mana.  Saya pun hanya mendengar namanya ketika menyutradarai 21 Grams.  Namun setelah menyantap Babel yang indah dan menyesakkan, saya menjadi semakin menyukai penuturan sutradara asal Meksiko ini.  Film dengan gaya multiplot yang bercerita tentang kehidupan dan segala pernak perniknya, ia buat dengan menjadikan para pemainnya sebagai kunci film secara keseluruhan.  Begitu pula saat saya mencoba karya-karya lamanya Ameros Perros dan 21 Grams.  Kesan yang didapat adalah sebuah film yang sarat bahan renungan dan inspiratif yang sangat sayang sekaligus berharga jika dilewatkan.  Jika Ameros Perros menyentuh dengan beberapa kisah cinta tak sampainya, 21 grams yang gelap dengan mengambil isu seputar transplantasi jantung, maka Babel menyajikkan kisah yang menyesakkan berkat sulitnya berkomunikasi karena adanya beragam bahasa.   Tak sabar menunggu karyanya selanjutnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-1353809382199777311?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/1353809382199777311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=1353809382199777311' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/1353809382199777311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/1353809382199777311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2009/01/bringing-down-hobby.html' title='Bringing Down The Hobby'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-8674435017903071196</id><published>2008-10-09T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:59:24.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Compare'/><title type='text'>Novel Vs Film</title><content type='html'>Memfilmkan Novel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih terpesona dengan The Dark Knight yang sukses luar biasa,…???  Yup,.!! Film seri kedua manusia kelelawar ini mencetak rekor baru di industri perfilman.  Film yang seperti kena ‘kutukan’ karena pemeran joker meninggal dunia sebelum sempat menyaksikan pemutaran perdana filmnya itu mencetak rekor baru sebagai film dengan pendapatan pertama selama tiga hari tertinggi sepanjang sejarah perfilman.  Ngalahin rekor yang sebelumnya dipegang Spider-Man 3, film ini juga merangsak naik di urutan delapan film terlaris sepanjang masa untuk peredaran di US saja, di bawah Titanic, Star Wars Ep. IV, Shrek 2, ET, Star Wars Ep. I, Dead Man’s Chest, dan Spider-Man.  &lt;br /&gt;Bicara tentang box office record, perfilman local yang sedang bangkit-bangkitnya juga mulai memanas.  Di tandai dengan sukses luar biasanya Ayat Ayat Cinta yang mecahin record film dengan jumlah penonton terbanyak, film karya Hanung Bramantyo tersebut juga seolah menjadi trendsetter mulai diangkatnya film-film dari novel-novel best seller nasional.  &lt;br /&gt; Seperti halnya sebuah euphoria, kesuksesan film yang sebenarnya secara kualitas buruk ( karena memang dasarnya sudah bagus jalan ceritanya ) ini, segera diikuti dengan akan difilmkannya novel laris karya Habbiburrahman El Shirazy yang lain.  Ketika Cinta Bertasbih, yang dalam novelnya dibagi menjadi dua bagian,  kabarnya tengah menjalani survey tempat dan pencarian pemain yang cocok memerankan lima karakter sentral dari novelnya itu, yakni Azzam, Ana, Eliana, Husna, dan Fadhil.  Semoga saja pemain yang mendapatkan peran-peran tersebut nantinya bukan pemain instant yang sudah punya nama tanpa dibekali kualitas agama yang mumpuni seperti dalam film kang Abik sebelumnya.  Bukannya apa-apa, sebenarnya sempat terkejut juga Rianti Cartwright kebagian peran sebagai gadis impian Aisha.  Fedi Nuril cukup pantas memerankan Fahri dengan wajah polos nan lugunya serta posturnya yang gak terlalu gemuk, kendatipun juga masih sedikit kaku untuk memerankan seorang pemuda yang bisa dibilang mendekati sempurna.  Tapi melihat acting Carissa Puteri sebagai Maria juga terkesan dipaksain kendatipun ia mencapai popularitasnya lewat peran tersebut.  Jadinya Film Ayat Ayat Cinta hanya mendompleng novelnya yang memang sudah terkenal dan berkualitas, tanpa dibekali permainan acting yang cantik dan esensi utama dari para pembuatnya.  Semoga saja Ketika Cinta Bertasbih nanti tidak terjebak dalam stereotype Ayat Ayat Cinta yang harus saya katakan mengejar popularitas saja ( sorry bagi fans film bersangkutan ).&lt;br /&gt; Ada satu lagi novel fenomenal local yang kabarnya bakal dirilis filmnya akhir bulan September ini.  Laskar Pelangi, karya Andrea Hirata yang sangat inspiratif dan membumi ini bakal disajikan Riri Reza dan Mira Lesmana lewat layer lebar.  Dengan study yang lumayan lama dan penggunaan pemain-pemain local asli tanah Belitong, saya berharap film ini seperti apa yang Andrea Hirata sampaikan dalam Kick Andy, bakal menjadi sebuah film hasil adaptasi novel terbaik yang pernah dibuat sineas local kita.  Saya sangat setuju, apalagi melihat track record dari sutradaranya yang terbilang bagus dan selalu berhasil.  Gie dan Petualangan Sherina adalah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa cuma novel novel baru saja yang sukses dijadikan film…??  Kayaknya karya sastra – karya sastra local lama yang fenomenal juga layak tuh dibuat versi layar lebarnya.  Kapan ya novel-novel seperti Salah Asuhan, Harimau Harimau, Layar Terkembang ataupun cerpen Robohnya Surau Kami diangkat ke layer lebar…….???   Tidak laku,…???  Jangan salah, film-film bermutu dan yang banyak mendapat penghargaan internasional, hampir 70%nya diangkat dari berbagai sumber-sumber tertulis entah itu novel, cerpen, atapun biography.  Jadi, saatnya membuat film sebagai media pembangun moral, introspeksi diri, pengingat dan penyampai pesan, serta sekaligus mengangkat nama Indonesia di berbagai ajang penghargaan film internasional.  Bisa kah film kita nanti menang sebagai film terbaik Academy Awards….??  Saya yakin suatu saat nanti bisa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-8674435017903071196?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/8674435017903071196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=8674435017903071196' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8674435017903071196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/8674435017903071196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2008/10/novel-vs-film.html' title='Novel Vs Film'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-6118037055874475856</id><published>2008-10-09T03:50:00.000-07:00</published><updated>2008-10-09T03:57:48.626-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fall'/><title type='text'>My Fall Movie Choices</title><content type='html'>Top 5 Anticipated Fall Movie&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2008 sudah tinggal menyisakan beberapa bulan lagi.  Ingar-bingar tahun ini tentunya tidak akan berarti tanpa hadirnya sekuel The Dark Knight yang membukukan berbagai record box office yang fantastis.  Bahkan beberapa film andalan yang sebelumnya cukup diunggulkan untuk menjadi jawara tahun ini harus tersisihkan oleh film yang merupakan film terakhir dari pemeran sang Joker, Heath Ledger.  Steven Spielberg pun harus mengalah karena Indiana Jones and The Kingdom of the Crystal Skull nya kurang begitu tebal perolehan kantong box office nya.  Bahkan Marvel yang kerap mengungguli DC Comics terutama dalam perolehan dollarnya, kali ini pun harus bertekuk lutut kendatipun ia mengeluarkan dua jagoannya sekaligus, Iron Man dan The Incredible Hulk.  &lt;br /&gt;Jadi tak salah jika dikatakan bahwa tahun 2008 ini menjadi miliknya Christian Bale dan rekan-rekannya itu.&lt;br /&gt; Kehebatan The Dark Knight tentunya tidak terlepas dari penggarapan Christopher Nolan yang brilyan dan pemilihan cast yang tepat terutama sosok Joker yang diperankan dengan apik oleh alm. Ledger.  Actor nominator oscar lewat Brokeback Mountain tersebut menunjukkan permainan terbaiknya dalam film terakhirnya.  Banyak yang menyebutkan perannya sebagai badut psikopat itu bakalan menuai nominasi oscar lagi.  Bicara tentang oscar, akhir tahun adalah saat yang paling ditunggu-tunggu terutama bagi saya pribadi.  Pasalnya, selain film-film penutup tahun yang juga tidak kalah ramenya dengan film-film summer, di bulan-bulan November hingga December lah kebanyakan muncul film-film bermutu dengan penggarapan yang prima untuk dikompetisikan dalam berbagai ajang awards, terutama Academy Awards.  &lt;br /&gt;Dan inilah daftar lima film unggulan saya di akhir tahun 2008 dilihat dari kualitas cerita dan hasil komersil yang diprediksikan, kendatipun kualitasnya lebih diutamakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Australia&lt;br /&gt; Digarap oleh sutradara yang terakhir kalinya membuat Moulin Rouge di tahun 2001, Australia pastinya menjadi sebuah film yang membuat penasaran.  Rentang waktu selama hampir tujuh tahun merupakan riset yang mendalam bagi Bazz Luhrmann untuk filmnya ini.  Pemilihan judul Australia dan pemakaian Nicole Kidman dan Hugh Jackman sebagai pemeran utama yang merupakan actor-actress asal Australia, pastinya juga semakin membuat film ini lebih ‘curious’ di tanggal 26 November nanti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Quantum of Solace&lt;br /&gt; Tak dapat dipungkiri Daniel Craig menjelma menjadi idola James Bond baru dengan tipikal dan karakter yang sedikit berbeda dari para pemeran bond sebelumnya.  Meskipun minus Eva Green yang berandil besar dalam Casino Royale, namun adanya nama Marc Foster di bangku sutradara, membuat film yang rencana rilis tanggal 14 November nanti sedikit lebih berbobot.  Seperti halnya Casino Royale yang tidak diunggulkan tahun 2005 lalu dan malahan dicerca berbagai pihak, kemungkinan Quantun of Solace juga akan bernasib sama dengan menjadi kuda hitam di akhir tahun nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. The Spirit&lt;br /&gt; Inilah versi terbaru dari Sin City yang lebih berwarna kendati dari trailernya warna merah tampil dominan.  Masih di angkat dari graphic novelnya Frank Miller dan juga digarap Miller sendiri, The Spirit menjadi film dengan pendekatan dan atmosfir baru seperti yang telah sukses dilakukan oleh Sin City dan 300.  Samuel L Jackson juga mudah-mudahan mengobati kerinduan seperti saat ia bermain bagus dalam Pulp Fiction.  Jangan lupakan pula deretan cewek-cewek seksi Hollywood dalam film yang bakal dirilis 25 December nanti.  Eva Mendez dan Scarlett Johannsons tentunya yang paling dinanti penampilannya.  Can they act like Jessica Alba in Sin City,….?? We hope so…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Valkyrie&lt;br /&gt; Setting dan cerita yang berbeda menjadi daya tarik utama film garapan Ridley Scott ini.  Mengambil setting zaman Nazi Jerman tentang upaya pembunuhan Adolf Hitler oleh seorang officernya yang diperankan oleh Tom Cruise, Valkyrie jelas menjadi film yang paling ditunggu-tunggu.  Dari premisnya saja orang sudah bakalan penasaran dengan apa yang nanti bakal ditampilkan oleh Tom Cruise yang memang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya.  Di tangan sineas yang sukses membawa Kevin Spacey meraih oscar pertamanya dalam The Usual Suspect, sanggupkah hal tersebut juga terjadi pada Tom Cruise yang memang belum pernah sama sekali menggenggang patung oscar meskipun sudah beberapa kali dinominasikan,…?? Tunggu saja jawabannya tanggal 26 December nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Revolutionary Road&lt;br /&gt; Akhirnya film yang saya tunggu-tunggu sejak tahun 2006 lalu ini mempunyai jadwal rilis yang baku yakni di tanggal 25 December 2008.  Inilah film pertemuan pertama antara actor actress utama Titanic, Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet yang memblockbusterkan Titanic ke urutan puncak film terlaris sepanjang masa.  Dengan tema yang jauh berbeda dari Titanic, Revolutionary Road pastinya menguji kemampuan berakting keduanya.  Apalagi sang sutradara, Sam Mendes yang tak lain adalah suami Winslet, dikenal sebagai sutradara berkelas yang kerap menghasilkan film-film bermutu nan cantik, seperti American Beauty yang satire,  Jarhead yang cool, dan Road to Perdition yang noir abis.  Jadilah Revolutionary Road menjadi film yang paling saya tunggu akhir tahun ini.  Jikalau tidak menang oscar pun, saya tetap akan mengapresiasi film ini karena Sam Mendes adalah salah satu sutradara yang paling saya kagumi.  Dan jika menang oscar, mudah-mudahan saja Winslet dan DiCaprio memperoleh oscar pertamanya dari film ini, dan Mendes akan menyamai Oliver Stone dan Clint Eastwood yang telah menggenggam dua patung oscar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-6118037055874475856?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/6118037055874475856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=6118037055874475856' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/6118037055874475856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/6118037055874475856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2008/10/my-fall-movie-choices.html' title='My Fall Movie Choices'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-5006436842149811755</id><published>2008-10-03T18:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-03T18:31:16.131-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Top 5'/><title type='text'>Fall Movies</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINDUNG%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="Street"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="address"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Top 5 Anticipated Fall Movie&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tahun 2008 sudah tinggal menyisakan beberapa bulan lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ingar-bingar tahun ini tentunya tidak akan berarti tanpa hadirnya sekuel The Dark Knight yang membukukan berbagai record box office yang fantastis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan beberapa film andalan yang sebelumnya cukup diunggulkan untuk menjadi jawara tahun ini harus tersisihkan oleh film yang merupakan film terakhir dari pemeran sang Joker, Heath Ledger.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Steven Spielberg pun harus mengalah karena Indiana Jones and The Kingdom of the Crystal Skull nya kurang begitu tebal perolehan kantong box office nya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bahkan Marvel yang kerap mengungguli DC Comics terutama dalam perolehan dollarnya, kali ini pun harus bertekuk lutut kendatipun ia mengeluarkan dua jagoannya sekaligus, Iron Man dan The Incredible Hulk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi tak salah jika dikatakan bahwa tahun 2008 ini menjadi miliknya Christian Bale dan rekan-rekannya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kehebatan The Dark Knight tentunya tidak terlepas dari penggarapan Christopher Nolan yang brilyan dan pemilihan cast yang tepat terutama sosok Joker yang diperankan dengan apik oleh alm. Ledger.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Actor nominator oscar lewat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Brokeback&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;Mountain&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; tersebut menunjukkan permainan terbaiknya dalam film terakhirnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak yang menyebutkan perannya sebagai badut psikopat itu bakalan menuai nominasi oscar lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bicara tentang oscar, akhir tahun adalah saat yang paling ditunggu-tunggu terutama bagi saya pribadi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pasalnya, selain film-film penutup tahun yang juga tidak kalah ramenya dengan film-film summer, di bulan-bulan November hingga December lah kebanyakan muncul film-film bermutu dengan penggarapan yang prima untuk dikompetisikan dalam berbagai ajang awards, terutama Academy Awards.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan inilah daftar &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; film unggulan saya di akhir tahun 2008 dilihat dari kualitas cerita dan hasil komersil yang diprediksikan, kendatipun kualitasnya lebih diutamakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;5. &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Digarap oleh sutradara yang terakhir kalinya membuat Moulin Rouge di tahun 2001, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; pastinya menjadi sebuah film yang membuat penasaran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rentang waktu selama hampir tujuh tahun merupakan riset yang mendalam bagi Bazz Luhrmann untuk filmnya ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemilihan judul &lt;st1:country-region st="on"&gt;Australia&lt;/st1:country-region&gt; dan pemakaian Nicole Kidman dan Hugh Jackman sebagai pemeran utama yang merupakan actor-actress asal &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Australia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;, pastinya juga semakin membuat film ini lebih ‘curious’ di tanggal 26 November nanti&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;4. Quantum of Solace&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Tak dapat dipungkiri Daniel Craig menjelma menjadi idola James Bond baru dengan tipikal dan karakter yang sedikit berbeda dari para pemeran bond sebelumnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Meskipun minus Eva Green yang berandil besar dalam Casino Royale, namun adanya nama Marc Foster di bangku sutradara, membuat film yang rencana rilis tanggal 14 November nanti sedikit lebih berbobot.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Seperti halnya Casino Royale yang tidak diunggulkan tahun 2005 lalu dan malahan dicerca berbagai pihak, kemungkinan Quantun of Solace juga akan bernasib sama dengan menjadi kuda hitam di akhir tahun nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;3. The Spirit&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Inilah versi terbaru dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Sin&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; yang lebih berwarna kendati dari trailernya warna merah tampil dominan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Masih di angkat dari graphic novelnya Frank Miller dan juga digarap Miller sendiri, The Spirit menjadi film dengan pendekatan dan atmosfir baru seperti yang telah sukses dilakukan oleh &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Sin&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dan 300.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Samuel L Jackson juga mudah-mudahan mengobati kerinduan seperti saat ia bermain bagus dalam Pulp Fiction.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jangan lupakan pula deretan cewek-cewek seksi &lt;st1:place st="on"&gt;Hollywood&lt;/st1:place&gt; dalam film yang bakal dirilis 25 December nanti.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Eva Mendez dan Scarlett Johannsons tentunya yang paling dinanti penampilannya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Can they act like Jessica Alba in &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Sin&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;City&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt;,….?? We hope so…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;2. Valkyrie&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setting dan cerita yang berbeda menjadi daya tarik utama film garapan Ridley Scott ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mengambil setting zaman Nazi Jerman tentang upaya pembunuhan Adolf Hitler oleh seorang officernya yang diperankan oleh Tom Cruise, Valkyrie jelas menjadi film yang paling ditunggu-tunggu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari premisnya saja orang sudah bakalan penasaran dengan apa yang nanti bakal ditampilkan oleh Tom Cruise yang memang sudah tidak diragukan lagi kemampuan aktingnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Di tangan sineas yang sukses membawa Kevin Spacey meraih oscar pertamanya dalam The Usual Suspect, sanggupkah hal tersebut juga terjadi pada Tom Cruise yang memang belum pernah sama sekali menggenggang patung oscar meskipun sudah beberapa kali dinominasikan,…?? Tunggu saja jawabannya tanggal 26 December nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Revolutionary Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Akhirnya film yang saya tunggu-tunggu sejak tahun 2006 lalu ini mempunyai jadwal rilis yang &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yakni di tanggal 25 December 2008.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Inilah film pertemuan pertama antara actor actress utama Titanic, Leonardo Di Caprio dan Kate Winslet yang memblockbusterkan Titanic ke urutan puncak film terlaris sepanjang masa.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan tema yang jauh berbeda dari Titanic, &lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Revolutionary   Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; pastinya menguji kemampuan berakting keduanya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apalagi sang sutradara, Sam Mendes yang tak lain adalah suami Winslet, dikenal sebagai sutradara berkelas yang kerap menghasilkan film-film bermutu nan cantik, seperti American Beauty yang satire,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jarhead yang cool, dan Road to Perdition yang noir abis.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;st1:street st="on"&gt;&lt;st1:address st="on"&gt;Jadilah Revolutionary Road&lt;/st1:address&gt;&lt;/st1:street&gt; menjadi film yang paling saya tunggu akhir tahun ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jikalau tidak menang oscar pun, saya tetap akan mengapresiasi film ini karena Sam Mendes adalah salah satu sutradara yang paling saya kagumi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dan jika menang oscar, mudah-mudahan saja Winslet dan DiCaprio memperoleh oscar pertamanya dari film ini, dan Mendes akan menyamai Oliver Stone dan Clint Eastwood yang telah menggenggam dua patung oscar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-5006436842149811755?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/5006436842149811755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=5006436842149811755' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/5006436842149811755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/5006436842149811755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2008/10/fall-movies.html' title='Fall Movies'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-481124121723356433.post-7840312952246742638</id><published>2008-09-15T04:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-15T04:59:52.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ngisi Waktu'/><title type='text'>Arabian Undercover Story</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;The Girls of &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Riyadh&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/span&gt;.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Novel feminis bernuansa picisan dari tanah Arab yang menceritakan kisah nyata secuil kehidupan masa muda empat orang gadis Arab dengan kultur yang jauh dari budaya masyarakat Arab kebanyakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Diceritakan lewat rangkaian email yang dikirim secara rutin oleh pengarangnya setiap hari Jum’at ke berbagai komunitas mailing list di Saudi Arabia, realita kehidupan Qamrah, Shedim, Lumeis, dan Michelle yang cenderung gelap dan pahit dibeberkan secara gamblang oleh Raja’a Al Sanea yang tak lain adalah sahabat dari keempat gadis Arab tersebut.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kisah cinta yang getir, pergaulan yang sedikit tabu, dan berbagai persoalan lain yang cenderung mendeskreditkan mereka sebagai wanita, membuat kisah dalam novel ini dilarang keras beredar di Negara asalnya, Arab Saudi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Terlalu feminis dan cenderung memojokkan kaum lelaki.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mungkin ungkapan tersebut sangat tepat ditujukan terhadap novel yang akhrinya menjadi internasional best seller ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bagaimana tidak, disepanjang kisahnya, sang penulis yang baru berusia 25 tahun itu terus menerus menyalahkan kaum pria sebagai penyebab menderitanya keempat gadis tersebut terutama dalam masalah cinta.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Entah hal ini benar terjadi di Arab Saudi atau tidak, yang jelas apa yang dilakukan Al Sanea tersebut mendapat kecaman dari para pembacanya di internet yang menyebabkan novel ini akhirnya beredar secara gelap.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Sebagai seorang penikmat sastra amatiran, saya merasa sebenarnya tidak ada yang terlalu istemewa dari novel terbitan MQS Publishing ini, dan alur kisahnya juga cenderung lambat jika tidak mau dikatakan membosankan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tapi entah kenapa desain cover yang sangat provocative dengan mencantumkan label “Kisah Nyata; Dilarang Keras Beredar di Arab Saudi” pastinya akan membuat siapa saja, termasuk saya, tertarik atau paling tidak membaca kilasan ceritanya yang ada di halaman belakang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Padahal, sejatinya novel ini hanya menceritakan sisi gelap dan mirip dengan cerita Jakarta Undercover dari empat kawanan gadis Arab di tengah kultur masyarakat Arab yang cukup ketat, yang sebenarnya hal tersebut sudah bukan sesuatu yang aneh dan tabu di berbagai Negara lain terutama di Indonesia.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dibandingkan dengan novel local Laskar Pelangi yang sangat inspiratif, novel setebal sekitar 500 halaman ini tidak ada apa-apanya, apalagi jika disandingkan dengan novel fenomenal kita, Ayat Ayat Cinta yang ‘membangun jiwa’ kisah picisan gelap yang cenderung sendu mendayu-dayu ini, sangat jauh ketinggalan&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/481124121723356433-7840312952246742638?l=pemikiranlogger.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/feeds/7840312952246742638/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=481124121723356433&amp;postID=7840312952246742638' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/7840312952246742638'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/481124121723356433/posts/default/7840312952246742638'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pemikiranlogger.blogspot.com/2008/09/arabian-undercover-story.html' title='Arabian Undercover Story'/><author><name>IP Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15725713480735304639</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/-D-jn9OaAmGs/TpYFm7sORRI/AAAAAAAAAKQ/v_pz5y8mDxM/s220/CIMG2483.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
